Angkasa Pura 2

Kemenhub Peroleh Alokasi Anggaran 2014 Rp39,2 Triliun

BandaraJumat, 16 Agustus 2013
SBY-RAPBN 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapat alokasi anggaran untuk 2014 sebesar Rp39,2 triliun. Jumlah ini lebih kecil dari usulan Kemenhub yaitu sebesar Rp50 triliun.

Kepastian itu terungkap dari pidato nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2014 Kepala Negara Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan sidang paripurna DPR-RI, di Gedung Parlemen, Jumat (16/8/2013).

“Ada enam kementerian dan satu lembaga negara yang mendapat anggaran porsi yang cukup besar. Program prioritas pemerintah berada di bawah wewenang lembaga tersebut,” kata Presiden.

Keenam kementerian dan lembaga negara itu adalah Kementerian Pertahanan, Rp83,4 triliun,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rp82,7 triliun, Kementerian Pekerjaan Umum, Rp74,9 triliun, Kementerian Agama, Rp49,6 triliun, Kementerian Kesehatan, Rp44,9 triliun, Kementerian Perhubungan, Rp39,2 triliun dan. Kepolisian Negara Republik Indonesia, Rp41,5 triliun.

Presiden SBY mencontohkan program prioritas untuk Kementerian Pendidikan yakni pengiriman siswa asal Papua ke sekolah pilihan. Untuk bidang kesehatan, pemerintah berencana membangun pusat kesehatan masyarakat dengan fasilitas lengkap di wilayah perbatasan, serta pelatihan untuk tenaga-tenaga medis terampil. ”Dengan program ini diharapkan tingkat kesehatan masyarakat meningkat,” ujarnya.

Adapun untuk Kepolisian dan Kementerian Pertahanan, anggaran akan difokuskan untuk modernisasi alat-alat pertahanan dan kemanan. Jatah anggaran polisi juga sebagian digunakan untuk menambah jumlah personil sebanyak 2.350 orang.

Sedangkan Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum betugas meningkatkan konektivitas di dalam negeri. Sejumlah proyek skala besar seperti perluasan bandara dan pelabuhan, pembangunan jalan tol dan rel jalur ganda diharapkan bisa selesai pada tahun depan.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan ketika dikonfirmasi mengenai alokasi tersebut mengatakan, jumlah tersebut memang masih jauh dibawah yang di usulkan, yaitu sekitar Rp50 triliun.

“Sebab, dengan tugas meningkatkan konektivitas dibutuhkan banyak dana seperti pembelian kapal-kapal perintis, pembangunan rel kereta api serta pembangunan dan pengembangan pelabuhan dan bandara perintis,” jelasnya.

Meski begitu, ujar Bambang, karena sudah dialokasikan sebesar itu, tentunya kita akan manfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk pengembangan sektor transportasi nasional. (machda)