Ditjen Perhubungan Laut Bangun Puluhan Kapal

DermagaSelasa, 20 Agustus 2013
bobby di merak

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan membangun lima kapal perintis dan ternak,dua kapal induk navigasi, docking 26 kapal perintis dan subsidi 80 trayek angkutan laut perintis. Konsentrasi terhadap angkutan perintis didanai dengan memanfaatkan pagu indikatif anggaran tahun 2014 sebanyak Rp9,808 triliun.

Pembangunan lima kapal perintis tersebut, Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit mengungkapkan dua kapal tipe 1200 GT (tahap I), dua kapal tipe 750 DWT (tahap I) dan satu kapal khusus angkutan ternak. Untuk kapal ternak dengan alokasi anggaran Rp60 miliar dan dua kapal ripe 750 DWT dengan alokasi anggaran Rp27,9 miliar merupakan kegiatan inisiatif baru.

Inisiatif baru itu tertuang dalam surat bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan pada 5 April 2013. “Selain itu, kami melanjutkan pembangunan tujuh kapal perintis lainnya, karena memang pembangunannya dengan skenario multiyears” jelasnya kepada beritatrans.com, Selasa (20/8/2013) sore.

Ketujuh kapal yang dilanjutkan pembangunannya itu, Bobby R Mamahit mengutarakan dua kapal perintis tipe 2000 GT, dua kapal tipe 1200 GT, dua kapal tipe 750 DWT dan satu kapal tipe 500 DWT. “Kami juga mendanai docking 26 kapal perintis serta subsidi 80 trayek perintis,” ungkap Dirjen Perhubungan Laut.

Anggaran Rp9,8 triliun juga akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi muatan dan barang kapal, pengembangan dan revitalisasi infrastruktur Inaportnet, backup data center infrastruktur sistem informasi Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, serta verifikasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kewajiban pelayanan umnum angkutan penumpang kelas ekonomi angkutan laut dalam negeri.

“Dialokasikan pula untuk docking 11 kapal navigasi, penhgadaan tiga paket peralatan bengkel, melanjutkan dermaga negara kenavigasian di lima lokasi, serta membangun dua kapal induk perambuan,” tutur mantan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan itu.

Bobby menjelaskan anggaran juga dialokasikan untuk membangun 4 kapal patroli kelas II, satu kapal patroli kelas III (alumunium), 15 kapal patroli kelas III (alumunium), 12 kapal patroli kelas IV dan 22 kapal patroli kelas V, pengadaan 40 unit peralatan SAR, membangun sarana latihan tim SAR, pengadaan tujuh paket peralatan ship tracking kapal patroli dan studi revitalisasi pangkalan penjaga laut dan pantai.

Di samping itu, Bobby R Mamahit menuturkan juga untuk mendanai The Urgent Rehabilitation Project of Tanjung Priok Port dan Belawan Port Project Phase I, serta melaanjutkan pembangunan fasilitas pelabuhan di 129 lokasi antara lain Labuhan, Angn, Sirombu, Pantoloan, Tobelo, Jayapura, Depapre dan sebagainya. (agus wahyudin)