Angkasa Pura 2

Penerbangan Garuda Pontianak-Jakarta Jadi 8 Kali Sehari

KokpitSelasa, 20 Agustus 2013
Pesawat-Garuda-Indonesia

PONTIANAK (beritatrans.com) – Seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan calon penumpang, akhirnya maskapai penerbangan Garuda Indonesia menambah penerbangan reguler rute Pontianak-Jakarta yang sebelumnya lima menjadi delapan kali setiap hari.

“Selama perayaan Idul Fitri serta sembahyang kubur semua kursi maskapainya terisi penuh, baik kelas ekonomi maupun kelas bisnis, sedangkan untuk kondisi biasa terisi mencapai 70 persen dari kursi yang disediakan,” ujar General Manager Garuda Indonesia Pontianak Donald Jerry di Pontianak, Selasa (20/8/2013).

Karena itu, lanjutnya, untuk penambahan jadwal terbang yang sekarang menjadi delapan kali sehari itu, pihaknya tidak merasa khawatir sebab dari gambaran potensi saat ini target raihan penumpang setiap harinya bisa terpenuhi.

Dia mengemukakan, sekarang ini dari 110 seat yang tersedia hampir semuanya sudah terbeli sehingga kita selalu dalam kondisi ‘full’ (penuh), kalau pun kondisi biasa pergeseran tidak terlalu banyak dikitaran 60 sampai 70 persen sehingga menjadi acuan untuk menambah flight Garuda rute Pontianak-Jakarta dan sebaliknya.

“Untuk rute yang telah tersedia Garuda berkomitmen dan konsisten untuk terus menjalankannya meski nantinya hanya dua atau tiga orang yang ada di pesawat, tetap berangkat sesuai jadwal pesawat, agar masyarakat yang sudah mengetahui dan biasa menggunakannya tidak kecewa,” kata Jerry.

Jerry mengatakan, ke depan Garuda juga mulai melirik rute lain dari dan ke Pontianak yang potensial, seperti Surabaya, Yogyakarta, Batam dan intra Kalimantan.

“Kondisi yang ada saat ini jika kita hendak ke Balikpapan atau daerah lain dalam pulau Kalimantan ini kita harus transit ke Jakarta, jika nanti rutenya sudah disediakan hal tersebut tidak perlu lagi, sehingga lebih hemat waktu dan biaya,” ungkapnya.

Dia mengatakan daerah lain seperti Yogyakarta, Surabaya dan Batam potensinya masih sangat besar. Meski sudah ada maskapai lain yang telah melayani rute tersebut, namun Garuda optimis bisa berperan apalagi perbedaan pasar antara full service carrier (layanan standar maksimum) yang telah dijalankan selama ini untuk rute lain sebelumnya dengan ‘low cost carrier’ (layanan standar minimum) oleh maskapai lain,” katanya.

Perbedaan pasar ini terjadi karena kebutuhan yang berbeda serta kebiasaan dari masing-masing konsumen yang telah terbiasa menerima layanan premium tentu akan menjadikan Garuda sebagai sarana transportasinya dan yang biasa menggunakan layanan ‘low cost carrier’ pasti sudah tahu maskapai mana yang akan digunakannya.(machda)