Angkasa Pura 2

Volkswagen Bangun Pabrik Perakitan di Indonesia

OtomotifSelasa, 20 Agustus 2013
VW

JAKARTA (beritatrans.com) – Raksara otomotif Jerman, Volkswagen dipastikan resmi akan membangun pabrik perakitan di Indonesia tahun depan. Tidak hanya itu, investasi Volkswagen itu berpotensi berlanjut dengan produksi mobil ramah lingkungan untuk pasar dalam negeri.

Volkswagen atau VW akan investasi 2014, pabrik assembly. Kalau VW kembali ke Indonesia untuk berkompetisi, berarti iklim investasi dalam negeri membaik. Jerman itu terkenal sangat hati-hati dalam berinvestasi,” ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat, kemarin.

Menurut dia, dengan rencana investasi VW membangun pabrik perakitan yang kemudian akan disusul dengan membangun pabrik VW Beetle itu artinya ekonomi dalam negeri dianggap sehat dan sangat menguntungkan untuk investasi bernilai besar.

Dia meyakini, realisasi investasi ini akan ditandai dengan kunjungan CEO Volkswagen Martin Winterkorn ke Tanah Air pekan depan. Menperin berharap, perusahaan otomotif paling besar di Jerman itu di masa depan bersedia menggarap pasar mobil murah ramah lingkungan (LCGC).

“Nilai investasi VW sebesar USD140 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Pabrik perakitan itu akan menggandeng perusahaan lokal dari Grup Salim. VW mudah-mudahan ikut LCGC, bisa menghemat BBM, karena dia menggunakan energi alternatif, tren dunia low emission carbon,” kata Hidayat.

Hidayat menambahkan, investasi VW rencananya akan dimulai paling cepat tahun depan. Pabrikan otomotif itu empat tahun lalu sempat mengumumkan bakal berinvestasi di Indonesia. Namun pada 2010, rupanya perusahaan asal Wolfsburg ini lebih memilih Malaysia sebagai basis produksi sedan mereka untuk wilayah Asia Tenggara.

Untuk lokasi pabrik VW nantinya, Kemenperin lebih suka bila pabrikan yang terkenal dengan mobil merek VW Beetle ini membangun di luar Jawa. Tapi Hidayat memilih realistis dan menerima jika akhirnya VW dan rekan lokal membangunnya di sekitar Jabodetabek, seperti kebanyakan pabrik otomotif Jepang.

Dengan dana 3,6 miliar euro atau Rp46,6 triliun, Volkswagen Group terus melebarkan sayap operasionalnya di berbagai negara untuk membangun pabrik dan pusat pengembangan teknologi. Jumlah tersebut diambil dari rencana investasi jangka panjang yang diumumkan akhir tahun lalu, yakni 50,2 miliar euro atau Rp650,7 triliun.

Sementara itu, Martin Winterkom, CEO VW mengatakan, dengan dibangunnya pabrik VW di Indonesia, pasar telah dan akan bergeser. Masa depan VW nanti ditentukan dinegara-negara seperti China, Russia, India, AS dan Asia Tenggara.

“Asia akan menjadi tulang punggung dengan produksi 4 juta unit per tahun. Saat ini, VW di China dan terus melakukan kerjasama dengan perusahaan lokal. Pertumbuhan tersebut dimanfaatkan betul oleh VW untuk sebagai kompensasi pasar Eropa yang terus merosot. VW juga sudah memastikan Indonesia sebagai salah satu basis dengan membangun pabrik tahun depan,” tegasnya.

 

Produsen Otomotif Dunia

Pesatnya pertumbuhan industri otomotif di kawasan Asia Pasifik, dalam beberapa tahun terakhir ini nampaknya ikut mengerek industri otomotif di Indonesia. Untuk itu, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu basis produksi industri otomotif dunia. Apalagi Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

“Bagi kita Indonesia menginginkan menjadi basis produksi, bukan hanya untuk memenuhi dalam negeri tapi bagaimana juga untuk ekspor,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian, Anshari Bukhari, dalam sebuah kesempatan.

Apalagi, kata dia, saat ini nilai ekspor Indonesia terus mengalami peningkatan ke beberapa negara seperti Timur Tengah dan lain-lain. Apalagi, dia bilang, Indonesia memiliki potensi yang mendukung untuk menjadi negara basis industri.

Menurutnya, saat ini produksi mobil terus mengalami peningkatan. Bahkan, tahun lalu produksinya tembus satu juta lebih. Pihaknya, juga menargatkan penjualan mobil pada 2015 bisa mencapai angka 1,5 juta.(machda)

 

loading...
  • Pik Atpm

    MAU INFO SEMUA VARIAN VW, Hubungi HOT LINE VW JAKARTA 021 588 1321