Angkasa Pura 2

Penjualan Mobil Diprediksi Ikut Terpuruk

OtomotifKamis, 22 Agustus 2013
oto

JAKARTA (beritatrans.com) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) memprediksi terjadi penurunan pembelian kendaraan bermotor. Hal tersebut disebabkan melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar AS.

“Anjloknya harga rupiah diprediksi bakal berpengaruh terhadap bisnis otomotif. Sudirman menjelaskan penurunan penjualan industri mobil dimulai pada bulan September. Pasalnya pada bulan depan, suku bunga untuk kredit pada industri otomotif mencapai 6,5 persen sesuai ketentuan Bank Indonesia,” kata Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor, Sudirman MR saat jumpa pers Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Seiring dengan hal tersebut, tegas dia, masyarakat akan kesulitan melakukan kredit mobil, kita (Gaikindo) akan mencermati seberapa besar dampaknya. Untuk meningkatkan target penjualan mobil, seluruh ATPM akan menawarkan diskon besar-besaran.

Diakui Sudirman, hingga saat ini produksi mobil di Indonesia masih lebih besar daripada permintaan dari masyarakat yang ingin membeli mobil. Supply lebih besar daripada demand, di pasar ATPM melakukan diskon cukup besar.

Ia menambahkan, sampai saat ini produksi mobil masih menggunakan nilai mata uang Rupiah 9300 terhadap dollar AS. Pasalnya semua ATPM di industri otomotif saat ini masih percaya rupiah akan kembali menguat pada bulan-bulan berikutnya.

“Kita mengetahui exchange rate rupiah melemah. Berdasarkan teman-teman ATPM rate nya masih Rp9300. Dari data Gaikindo realisasi penjualan mobil di Indonesia dari bulan Februari sampai Juli mencapai 774 ribu unit. Gaikindo pun masih yakin target penjualan mobil sampai akhir tahun 2013 mencapai 1,1 juta unit,” jelasnya.(machda)

 

 

loading...