Angkasa Pura 2

19 Teknisi Korea Rangkai KA Kualanamu

BandaraSelasa, 27 Agustus 2013
KA kualanamu

MEDAN (beritatrans.com) – Kereta api Bandara Kualanamu, Medan terus ditambah. Setidaknya, Senin (26/8/2013)  sebanyak 19 ahli dari Korea didatangkan bersamaan dengan kedatangan kereta api Woojin yang akan dioperasikan di bandara pengganti Polonia Medan tersebut.

“Para teknisi ini bertugas merangkai dua trainset yang masing-masing memiliki empat gerbong. Mereka adalah tenaga ahli yang bertugas untuk memastika Woojinberoperasi,” ujar Direktur Utama PT Railink, M Fadhil  di Medan, Senin (26/8).

Dia mengemukakan, kereta yang memiliki fisik cantik dan memiliki warna dominan putih dikombinasikan dengan abu-abu tersebut akan dirangkai seharian di bengkel Kereta Api di Balai Asa, Pulo Brayan Medan.

Fadhil mengakui, memerlukan waktu yang cukup lama memasang rangkaian kereta api. Namun dengan hadirnya kereta api yang memiliki 172 kursi dari empat gerbong tersebut. Masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api akan merasa nyaman.

“Pokoknya nggak malu-maluinlah. Warga Medan pasti bangga. Nggak kalah dengan kereta yang ada di luar negeri,” ujarnya.

Dirjen Kereta Api Kemenhub mengatakan, sebelum dioperasikan akan menguji kelayakan Woojin dan akan menerbitkan sertifikasi Woojin. Sertifikasi dibutuhkan agar kereta api anyar ini bisa segera dioperasikan.

Menurut Fadhil, dibutuhkan waktu paling lambat seminggu untuk menguji kelayakan Woojin, apakah sudah layak untuk mendapatkan sertifikasi.

“Uji kelayakan ini dilakukan demi keselamatan penumpang. Kita berharap uji kelayakannya cepat biar bisa segera dioperasikan. Warga Medan sudah menunggu,” ujarnya.

Dijelaskan Fadhil, dengan hadirnya Woojin maka frekuensi perjalanannya akan ditambah sesuai jadwal penerbangan.

Selain mewah dan modern, kehadiran Woojin akan mempersingkat waktu menuju dan dari Kualanamu karena hanya membutuhkan waktu paling lama 40 menit.

“KA merupakan transportasi paling efisien karena bebas dari macet dan faktor terjadinya kecelakaan juga tipis,” katanya. (machda)