Angkasa Pura 2

Pemerintah Naikan Pajak 150 Persen Terhadap Mobil Mewah

OtomotifSelasa, 27 Agustus 2013
mobil mewah sedan

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah menaikan pajak terhadap mobil-mobil mewah sebesar 150 persen. Langkah pemerintah ini diterapkan sebagai langkah untuk menggenjot penerimaan negara dari sektor pajak serta mengurangi defisit transaksi berjalan karena impor.

“Kenaikan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) ini sesuai aturan yang berlaku dan diperkuat dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK),” tegas Menteri Keuangan Chatib Basri di Jakarta, Senin  (26/8/2013).

Menurut dia, PMK saya sudah tanda tangani tadi malam. Selain aturan pajak barang mewah, Chatib juga telah menandatangani aturan yang berkaitan pemberian insentif di kawasan berikat. Namun, aturan pemberian insentif untuk industri padat karya saat ini masih digodok terlebih dahulu.

“Intinya adalah insentif fiskal (industri padat karya) supaya orang tidak lakukan pemutusan hubungan kerja kan, supaya yang orientasi ekspor dan padat karya bisa tetap jalan,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan akan memberikan keringanan pajak untuk industri manufaktur dan padat karya. Sebaliknya, untuk menekan impor, Kementerian Keuangan akan menaikkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) khusus untuk mobil mewah semisal Lamborghini, Porsche, dan lain-lain.

Menteri Keuangan Chatib Basri menuturkan, deretan mobil diimpor utuh impor Completely Built Up (CBU) akan dikenakan pajak 125-150 persen. Sebelumnya, mobil-mobil mewah tersebut hanya dikenakan pajak sebesar 75 persen.

Chatib memastikan, kebijakan kenaikan PPnBM ini tidak berdampak signifikan ke sektor lainnya. Sebab, peningkatan pajak dikenakan untuk barang konsumsi.

Dia juga akan menerapkan kebijakan penghapusan PPnBM. Khususnya bagi barang yang sudah tidak dikategorikan lagi sebagai bawang mewah dan bisa diproduksi di dalam negeri. (machda)

← Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya →
loading...