Angkasa Pura 2

Pedagang Asongan Stasiun Purwokerto Blokir Rel KA

EmplasemenKamis, 29 Agustus 2013
KA DIBLOKIR

PURWOKERTO (beritatrans.com) — Ratusan pedagang asongan yang biasa berdagang di Stasiun Besar Purwokerto, Jawa Tengah, memblokir jalur ganda rel kereta api. Mereka menutup rel KA berjarak 200 meter sebelah utara Stasiun Besar Purwokerto, Rabu (28/8/2013).

Bahkan, mereka sempat berupaya menghentikan laju KA barang yang hendak masuk ke Stasiun Besar Purwokerto dari arah Cirebon. Meskipun dihalang-halangi petugas PT Kereta Api Daerah Operasi 5 Purwokerto dan personel dari Kepolisian Resor Banyumas, para pedagang tetap berusaha menghentikan KA pengangkut semen Holcim itu sehingga nyaris terjadi bentrokan.

Kereta Api barang itu tetap bergerak maju menuju ke Stasiun Besar Purwokerto secara perlahan.

Aksi ratusan pedagang asongan itu dilakukan menyusul PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.

Meski rencana pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin (26/8/2013) pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT KAI telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.

Karena itu, sejumlah petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.

Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.

“Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT KAI,” katanya.

Pedagang asongan Zaenal (34) mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan PT KAI yang melarang mereka berjualan di Stasiun Besar Purwokerto.

 

Terlambat

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Surono mengatakan, sebanyak empat rangkaian KA mengalami keterlambatan akibat pemblokiran rel oleh pedagang asongan Stasiun Besar Purwokerto.

“Empat rangkaian KA yang mengalami keterlambatan, yakni KA Sawunggalih Utama, KA Fajar Utama, KA pengangkut semen, dan KA pengangkut BBM, rata-rata terlambat selama 10 menit,” katanya, di Purwokerto, Rabu.

Dia menilai aksi pemblokiran rel KA oleh ratusan pedagang asongan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto pada Rabu (28/8/20130 pagi merupakan sebuah sabotase sehingga mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta api.

Menurut dia, PT KAI selama ini sudah memberi toleransi kepada pedagang asongan yang masih nekat berjualan di Stasiun Besar Purwokerto.

“Sesuai kesepakatan, seharusnya mereka hanya boleh berjualan hingga 25 Juni 2013, namun kami perpanjang hingga masa angkut Lebaran 2013,” katanya.

Selain itu, kata dia, PT KAI terus melakukan negosiasi dengan perwakilan pedagang sejak larangan berjualan di stasiun diberlakukan.

Akan tetapi, kata dia, negosiasi tersebut tidak menemukan titik temu karena pedagang meminta adanya kompensasi ganti rugi Rp7 juta per orang.(machda)

loading...