Angkasa Pura 2

Mundur dari Konvensi Capres, Rusdi Ingin Fokus di Bisnis

FigurJumat, 30 Agustus 2013
rusdi-1

JAKARTA (beritatrans.com) — SALAH satu pengusaha sukses yang diundang Komite Konvensi Capres Partai Demokrat adalah CEO Lion Air, Rusdi Kirana.  Pendidi maskapak penerbangan swasta nasional itu, Kamis (29/8/2013) hadir ke kantor Komite Konvensi Demokrat, tapi Rusdi langsung menyatakan kalau dirinya belum saatnya menjadi calon presiden.

“Saya mohon izin saya menunda ikut konvensi seperti ini 5 tahun lagi,” kata Direktur Lion Air Rusdi Kirana usai diwawancarai komite konvensi di Wisma Kodel, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (29/8/2013).

Meski tidak mengikuti ‘ujian’ konvensi, Rusdi mengaku berdiskusi banyak selama satu jam di ruang komite. Dalam diskusi saya tidak mengatakan ditolak. “Saya katakan belum waktunya untuk saya. Supaya saya bisa fokus di bisnis dulu,” tegasnya.

Rusdi juga menyatakan, dirinya sudah berkonsultasi dengan rekan-rekan terutama mitra usaha dagang, seperti ada bahasa tubuh mereka belum waktunya saya ikut konvensi capres.

Namun apa yang membuat pimpinan Lion Air ini, tak ikut konvensi adalah karena ia baru saja menandatangani perjanjian bisnis dan memesan pesawat senilai US$ 40 miliar yang berlangsung sampai akhir tahun 2014.

“Tadinya saya serius ikut konvensi karena ini baik dan pengalaman bagi saya, saya konsultsi dengan kawan-kawan khususnya mitra bisnis, mereka minta saya fokus dulu. Kita punya partner di Malaysia dan Thailand yang akan beroperasi akhir tahun,” ucap Rusdi

Ditegaskan Rusdi, meski dirinya tidak bersedia mengikuti konvensi, ia menyambut positif konvensi capres Partai Demokrat ini, itulah juga yang membuatnya sempat berdiskusi dengan komite selama sekitar 1 jam sampai akhirnya memutuskan tak ikut.

“Saya akan tunjukan kepada luar dan dalam negeri bahwa siapapun kita bisa jadi sesuatu (presiden) di negara ini kalau kita serius melakukannya. Ini membuktikan negara kita besar, tidak ada diskriminasi,” tuturnya.

Rusdi mengatakan, sudah tekad saya masuk ke dunia politik, tapi tidak sebagai capres. Saya akan masuk dunia politik mungkin kalau ada partai yang mau menerima, saya akan masuk.  “Kalau bicara timses kalau saya diminta Demokrat saya masuk, atau PDIP saya masuk, yang mana duluan aja,” jawabnya.

Rusdi Kirana adalah salah satu dari pendiri perusahaan penerbangan yang termasuk salah satu dari maskapai terpopuler bagi masyarakat kita yaitu Lion Air. Rusdi Kirana berdua dengan sang kakak, mengembangkan bisnis mereka dari awal agar dapat memilki perusahaan penerbangan, dengan modal pengalaman bisnis mereka dalam bidang wisata yang membuat mereka menjadi lebih percaya diri.

 

Keluarga

Rusdi tetap ingin impiannya menjadikan perusahaan Lion Air menjadi perusahaan penerbangan paling sukses di Indonesia. Perusahaan penerbangan dengan segala kenyamanan yang ditawarkan untuk para penumpangnya. Rusdi dan Kusnan Kirana selalu mencoba untuk terus mengurangi kecelakaan dengan menambah sistem keamanan penerbangan sehingga penumpangnya tidak perlu khawatir berpergian dengan pesawat terbang.

Kekayaan yang dimiliki oleh Rusdi Kiranamembawa dirinya berhasil menyandang predikat orang terkaya 30 besar dari 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2012. Semua ini karena usahanya yang sangat sukses dengan tingginya jumlah konsumen yang sangat percaya pada Lion Air.

Kekayaan yang Kusnan dan Rusdi Kirana miliki berkisar antara US$ 900 juta per 2012, dan tentu saja semua itu tidak didapatkan dengan mudah. Semua kerja keras yang ia dan sang kakak lakukan membuahkan hasil yang memuaskan sehingga Lion Air mampu menjadi salah satu maskapai yang paling diminati oleh banyak orang untuk melakukan perjalanan; baik dalam maupun luar negeri saat ini.

Dengan berbagai kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan oleh Kirana Bersaudaradan perusahaannya, tak pelak berhasil membuat mereka dan perusahaannya semakin sukses sampai sekarang. Hal ini juga didukung oleh kualitas para pegawai yang ikut mendukung keberhasilan Lion Air, dengan performa mereka yang ramah dan terampil.

Bisnis dan Perusahaan

Lion Air adalah sebuah perusahaan penerbangan yang keberadaannya sangat mempengaruhi perkembangan transportasi udara di Indonesia. Dengan kegigihan Rusdi Kiranabersama dengan kakaknya,perusahaan ini bisa menjadi sebesar sekarang. Terlihat dari jumlah pelanggan yang banyak mengantri untuk mendapatkan tiket pesawat terbang mereka.

Lion Air merupakan maskapai yang pertama di Indonesia menggunakan pesawat jenis Boeing 737-900ER dalam jumlah besar. Catatan Lion Air dalam penerbangan domestik tentunya sudah tidak terhitung lagi banyaknya. Sedangkan untuk penerbangan international, Lion Air pernah membawa penumpangnya hingga Singapura, Kuala Lumpur, dan juga Ho Chi Min.

Tentu saja rute-rute keluar negeri akan terus ditambah untuk penerbangan international, agar semakin banyak konsumen yang terpuaskan dengan kinerja dari Lion Air ini. Bahkan Lion Air pernah mengumumkan bahwa mereka telah memesan 201 armada tambahan yaitu pesawat boeing 737 MAX dan juga 29 pesawat Boeing 737-900 ER yang membuat Lion Air mendapat rekor karena mengalahkan pembelian armada yang dipegang oleh Emirates sebelumnya.

Rusdi Kiranamembangun perusahaan bermodal awal karena sebuah mimpi yang ingin memiliki sebuah usaha penerbangan. Mimpi ini didukung oleh saudaranya yaitu Kusnan Kirana yang bersama-sama dengannya dulu menggerakan bisnis dalam bidang wisata selama tiga belas tahun. Bisnis ini berhasil dengan ditandai suksesnya perusahaan biro perjalanan mereka yang bernama Lion Tours.

Lion Air masuk ke bisnis penerbangan Malaysia dengan Malindo Air. Lion Air kian menantang maskapai penerbangan Malaysia berbayar ringan atau Low Cost Carier (LCC) Air Asia.

Banyak analisis penerbangan menunggu nunggu kapan maskapai berlogo singa merah ini menghentikan gebrakan nya, maklum saja hal ini terkait gerbrakan maskapai penerbangan Lion Air dalam dua tahun terakhir ini.

Dalam dua tahun terakhir ini Lion air terlihat sangat menggebu gebu melakukan ekspansi sayap-sayap bisnis nya, sebut saja beberapa waktu yang lalu saat Lion Air memborong 5 unit pesawat Boeing 787 Dreamliner senilai 967,5 juta dolar AS, lima pesawat berbadan lebar buatan Amerika Serikat ini diperuntukkan bagi maskapai penerbangan Batik Air yang beroperasi Maret 2013.

Menurut Edward nantinya Batik Air akan melayani rute-rute jarak menengah Internasional seperti penerbangan ke jepang, Korea Selatan, China dan Australia serta Timur Tengah, sementar 40% nya akan melayani penerbangan domestik.

Masih menurut Edward, tahun ini pertumbuhan masyarakat kelas menengah serta pola perpindahan penumpang pesawat dari Low Cost Carier ke layanan Full Service akan meningkat sebesar 15% hal inilah yang akan dimaksimalkan oleh Batik Air, Untuk menarik minat penumpang nantinya Batik Air aken menydiakan fasilitas Wifi dan telepon itu artinya penumpang akan bisa membuka internet dna mnelepon dari atas pesawat.

Tidak berhenti di Batik Air karena Lion Air juga menyediakan layanan baru berupa penyewaan jet pribadi berlogo Bizjet lewat PT Angkasa Super Service. Pesawat yang akan dipakai dalam bisnis ini adalah pesawat jebnis Hawker 900XP, di awal pengoperasian nya Lion akan menggunakan dua pesawat jenis ini dengan investasi sebesar 40 juta dolar AS, menurut Edward saat ini bisnis penyewaan jet pribadi punya peluang besar khusunya untuk kalangan pebisnis oleh sebab itulah Lion Air optimis bisnis ini akan berkembang pesat.

 

Sebanyak 240 Juta penduduk Indonesia merupakan pasar yang cukup menjanjikan, selain itu jumlah kelas menengahnya juga terus meningkat. Menurut Bank Dunia 56,5% dari 240 Juta penduduk Indonesia adalah kategori  kelas menengah yang membelanjakan uang sekitar Rp18.000 hingga Rp180.000 setiap harinya itu berarti ada sekitar 134 Juta warga kelas menengah di Indonesia.

Itulah kenapa Indonesia menjadi pasar yang cukup menggiurkan bagi transportasi penerbangan terlebih lagi nanti setelah diberlakukan nya Asean Open Sky pada 2015 saat itu diperkirakan jumlah penumpang di Indonesia bisa mencapai 100 Juta orang. Menurut pengamat penerbangan Chappy Hakim pertumbuhan pengguna transportasi udara di Indonesia dua atau tiga tahun lagi bisa menjadi tertinggi di dunia.

Inilah pasar yang diincar Lion Air bahkan Lion Air telah lebih jeli melihat hal ini dengan mempersiapkan angkutan logistik darat, beberapa waktu yang lalu Lion Air telah menyepakati kerjasama dengan perusahaan bus dan truk asal India.

Bagi Lion Air bisnis logistok darat cukup menjajikan karena tidak semua wilayah Indonesia bisa dijangkau dengan pesawat seperti halnya Cirebon dan Purwakarta yang sangat berpotansi besar jika langsung bisa melayani penumpang dari dan menuju bandara.

Satu lagi gebrakan Lion Air yang masih hangat adalah masuknya Lion Air ke bisnis penerbangan Malaysia dengan terbangnya Malindo Air. Lion Air kian menantang maskapai penerbangan Malaysia berbayar ringan atau Low Cost Carier (LCC) Air Asia.

Kedua maskapai ini memang sedang berebut pasar di Asia Tenggara. Malindo air adalah maskapai patungan antara National Aerospace (NADI) yang  menguasai 51% saham sementara Lion Air 49% saham.

Kabanya Malindo Air akan menjadikan Kuala Lumpur sebagai pusat penerbangan ke negara-negara ASEAN dan Asia lainnya seperti India dan China, Malindo Air telah mempersiapkan 12 armada Boeing 727 dan akan menjadi 100 armada dalam 10 tahun kedepan menurut Presiden Lion Air Rusdi Kirana.

Harga tiket yang lebih murah atau menyamai harga tiket Air Asia adalah startegi yang diusung Malindo Air untuk memenangkan persaingan di penerbangan Malaysia, namun masuknya Malindo Air ke penerbangan murah tidak membuat gentar CEO Air Asia Tomy Fernandes yang mengungkapkan menyambut Malindo Air sebagai pemain baru di bisnis penerbangan berbiaya murah. (machda)

 

loading...