Angkasa Pura 2

Batu Raden, Wisata Legenda Penuh Makna

DestinasiSelasa, 3 September 2013
Taman Wisata Batu Raden

JALAN-jalan ke Purwokerto tidak afdol kalau tidak menyempatkan diri menikmati Taman Wisata  Batu Raden. Objek wisata utama di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hanya 14 kilometer dari ibukota Banyumas. Lokasinya berada disebelah utara kota Purwokerto dan berada  di bagian lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Sejarah Batu Raden sendiri berasal dari legenda kisah cinta antara pembantu dengan majikan.

Perjalanan menuju ke obyek wisata Batu Raden melewati jalur utama tidak terlalu menyulitkan karena rambu-rambu petunjuk arah sudah cukup jelas. Memasuki kawasan wisata, selain disuguhkan pemandangan pegunungan yang sejuk, tapi juga deretan hotel, losmen dan motel dari yang sederhana sampai mewah dengan harga bervariasi.

Kawasan lokawisata Batu Raden terbilang cukup ramai, tidak dipengaruhi oleh musim libur. Setelah melewati gerbang masuk, pengunjung dihadapkan pada sebuah taman yang luas yang dikelilingi beberapa fasilitas penunjang seperti taman bermain anak, warung pedagang makanan khas seperti sate kelinci, jagung bakar, dan pecel desa, pos keamanan, dan ruang kesehatan.

Harga tiket masuknya pun terhitung murah hanya Rp10 ribu/orang anda sudah bisa masuk dan bersantai bersama keluarga, udaranya yang sejuk membuat anda bersama keluarga betah berada di obyek wisata itu. Obyek wisata ini buka dari jam 08.00 pagi- 05.00 sore setiap hari. Dan unik nya lagi batu raden ada pesawat untuk menonton teater seperti nusakambangan, teluk penyu, benteng padem, tsunami, pulau bali, merapi dan film anak-anak. Harga masuk pesawat Rp5.000 untuk sekali nonton teater film.

Pengelola batu raden Toto, ia mengaku setiap harinya obyek wisata ini di datangi pengunjung dari luar kota 800-1200 pengunjung perhari bisa lebih di hari libur sekolah, ujar Toto. Dari harga tiket masuk Rp10.000 (perda No. 20 Tahun 2011 perbup No. 25 Tahun 2012) dan Rp500.000 untuk ansuransi Jasa Raharja Putra Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Dibagian ujung taman terdapat patung sepasang pria dan wanita yang sedang menari. Patung yang berdiri tegak hampir lima meter ini merupakan gambaran dari legenda asal usul nama Batu Raden.

Legenda Batu Raden mengkisahkan seorang abdi atau pembantu yang mencintai putri dari majikannya sendiri, putri seorang adipati  dari Kadipaten Kutaliman yang berada di sebelah barat Batu Raden.

Hubungan yang berbeda derajat itu tidak direstui oleh majikannya dan akhirnya mereka diusir dari kadipaten. Akhirnya mereka menemukan tempat yang nyaman dan sejuk untuk tinggal hingga akhirnya hayat. Akhirnya tempat tersebut berkembang dengan nama Batu Raden, dari kata ‘/batur/‘ (pembantu) dan ‘/raden/‘ (majikan).

Di area taman kawasan wisata Batu Raden tepi sungai Gumawang disediakan beberapa tikar yang disewa untuk keluarga yang akan piknik di tempat ini. Selain itu, beberapa sudut taman yang masih kosong dapat dipergunakan untuk berpiknik bagi keluarga atau sekelompok orang yang membawa tikar dan bekal sendiri.

 

Kaya Wahana Wisata

Taman yang digunakan untuk berpiknik cukup terawat dan bersih. Beberapa tanaman bunga yang ditanam tumbuh subur dan beberapa sedang berbunga sehingga menampakkan keindahannya. Di sekililing mata memandang pemandangan perbukitan yang diantaranya terdapat sejumlah arena dan objek yang bisa dimikmati.

Jembatan gantung yang dibangun di Batu Raden pada tahun 1983 tampak membentang membuat saya tidak sabar untuk menuju dan melihat-lihat pemandangan sekitar. Maklum di tempat inilah kita dapat melihat sejumlah lokasi yang dapat dinikmati sebelum menjadi incaran menuju ke lokasi tersebut.

Jembatan yang melintasi Sungai Gumawang ini memang cocok digunakan untuk melihat pemandangan kawasan Batu Raden bagian bawah. Di sungai Gumawang sendiri terdapat atraksi dimana ada orang berani terjun dari atas batu setinggi 15 meter, namun mereka meminta sumbangan terlebih dahulu kepada pengunjung sebelum terjun.

Arus sungai Gumawang tidak begitu deras sehingga banyak digunakan oleh anak-anak untuk bermain air sambil ditemani orang tuanya. Di kawasan Batu Raden ini juga tersedia kolam renang, sepeda air, mobil-mobilan buat anak, kawasan Pancuran Telu, Pancuran Pitu, Goa Sarabadak, Taman Kaloka Widya Mandala Baturaden, dan Telaga Sunyi. Kami hanya bisa menyempatkan diri mengunjungi kawasan Pancuran Pitu yang merupakan sumber air panas kemudian mengakhiri berwisata di kawasan ini.

 

Sensasi Terapi Ikan Batu Raden

Objek wisata Batu Raden yang letaknya persis berada di kaki Gunung Slamet membuat hawa udaranya begitu sejuk ditambah dengan landskep perbukitan yang hijau menjadikan objek wisata yang satu ini begitu sempurna.

Sembari menikmati kesejukan lereng gunung Slamet, Anda dapat mencuci mata dengan hijaunya panorama yang eksotis. Gemericik air terjun dari Pancuran Satu, Pancuran Tilu, dan Pancuran Pitu, juga menambah kemesraan melodi alam yang siap menemani waktu santai Anda.

Jika Anda pecinta alam dan penikmat kegiatan out bond, Anda dapat memanfaatkan camping ground atau Bumi Perkemahan. Bahkan, masih ada sederet wahana lain yang dijamin membuat Anda betah berlama-lama disana.

 

Salah satunya yang banyak dinikmati dibanding wahana lainnya, tidak lain adalah terapi ikan. Wahana ini termasuk yang baru dibandingkan wahana lainnya, seperti wahana pesawat terbang. Konon wahana terapi ikan ini bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.

Seorang petugas mengatakan, ini terapi alamiah seperti bekam. “Kalau bapak ada penyakit saat kaki direndam ke kolam ikan, ikan-ikan kecil ini akan menyerbu bapak. Tapi kalu memang sehat tidak ada masalah penyakit, biasanya ikannya ngga mau dekat mematok-matok kaki bapak,” jelas seorang petugas.

Saya pun penasaran untuk memasukan kaki saya ke kolam sambil duduk santai. Ternyata benar, ikan-ikan itu menyerbu mengerumini dan menggigit kaki saya, tapi sekitar 10 menit ikan-ikan itu sudah pergi lagi. Terasa geli memang  dan badan sedikit terasa segar setelahnya. Konon kalu penyakitnya parah ikan-ikan itu akan berlama-lama berada di kaki kita.

Kolam kecil dengan ukuran 3 m x 1,5 m kedalaman sekitar 30 sampai dengan 40 cm. Kolam  yang tersedia ada dibeberapa tempat dan mayoritas sudah penuh dengan orang-orang yang sedang melakukan terapi. Cukup mengeluarkan Rp5.000 persetengah jam terapi ini.

Efek dari terapi ikan ini adalah saat kita selesai melakukan terapi adalah badan kita lebih terasa ringan. Konon dengan terapi ikan ini dapat memperlancar aliran darah dan membuka kembali sel-sel kulit kaki yang sudah mati.

Astri (25) pengunjung dari Kota Riau mengaku sangat senang mendatangin tempat ini di karnakan tempatnya yang masih asri dan udaranya yang sejuk membuat ia betah berada di lokawisata ini, katanya.

Begitu pun Taufik penduduk asli kota Purwokerto, “Saya sudah sering sekali mengunjungi tempat ini di karnakan tempatnya enak buat santai bersama teman kenca saya,” katanya.

Pedagang asesoris Andri kebagian rezeki yang menjajakan daganganya percis di depan pintu masuk kota wisata ini, ia bisa mendapat keuntungam setiap harinya 300-500 ribu, ujarnaya kepada beritatrans.com, Minggu (01/09/2013).

Sampai saat ini objek wisata Batu Raden masih di minati di dalam kota mau pun luar kota, hingga objek wisata ini masih saja ramai di datangi setiap harinya Di samping itu untuk anda yang dari luar kota tak perlu binggung untuk mencari penginapan, di dekat tempat wisata ini sangat banyak hotel mau pun villa dari harga Rp60.000-Rp800.000 perhari.(machda/ridwan)