Angkasa Pura 2

GMF AeroAsia Gandeng Yayasan TNI Angkatan Udara

SDMJumat, 6 September 2013
China Airlines provides training to GMF AeroAsia

 

YOGYAKARTA (beritatrans.com) —  PT GMF AeroAsia menggandeng Yayasan TNI Angkatan Udara Adi Upaya Yogyakarta dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU), untuk memenuhi kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang terampil dan siap pakai.

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT GMF AeroAsia, Richard Budihadianto dan Ketua Umum Yayasan TNI Angkatan Udara Adi Upaya, Marsekal Muda (Purn) Sudjadijono di Sekolah Tinggi Teknik Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (6/9/2013).

“Nota kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk merancang kerja sama lanjutan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Richard.

Dalam kerjasama ini disepakati beberapa hal, antara lain pengembangan dan bantuan tenaga di bidang pendidikan serta penelitian, peningkatan kemampuan, pengalaman dan keterampilan tenaga ahli agar para pihak dapat mengikuti perkembangan teknologi dan memenuhi tuntuan kualifikasi/keahlian.

Disamping itu, kerja sama ini juga mencakup pemanfaatan kemampuan, fasilitas dan sarana yang dimiliki masing-masing pihak serta pengembangan program pendidikan, penelitian, dan pengembangan serta penerapan ilmu pengetahuan di bidang kedirgantaraan lain.

“Kerja sama dengan Yayasan Adi Upaya merupakan salah satu upaya GMF dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang terus meningkat,” papar Richard.

Lebih jauh dia mengemukakan, yayasan ini dipilih karena membawahi Sekolah Tinggi Teknik Adisutjipto yang memiliki lima jurusan yaitu Teknik Penerbangan, Teknik Mesin, Teknik Informatika, dan Teknik Industri.

Keragaman jurusan ini diharapkan memenuhi kebutuhan tenaga terampil untuk industri perawatan pesawat yang terus berkembang.

Richard menambahkan, pasar perawatan pesawat nasional terus tumbuh seiring dengan perkembangan industri penerbangan. Nilai pasar perawatan pesawat komersial jet di tahun 2013 ini diperkirakan lebih dari 1 miliar dolar AS dan akan melonjak mencapai 2,5 miliar dolar pada 2017.

Pertumbuhan positif ini karena jumlah pesawat yang dioperasikan di Indonesia tiga tahun ke depan akan meningkat menjadi 478 pesawat dari total 304 pesawat pada tahun 2011. Indikasi pertumbuhan jumlah pesawat itu dapat dilihat dari pesanan pesawat oleh maskapai-maskapai domestik yang terus meningkat seperti yang dilakukan Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Airlines, dan lain-lain. (machda)

loading...

Komentar ditutup.