Angkasa Pura 2

Terminal Baru Bandara Husein Sastranegara Dibangun Mulai November 2013

BandaraFriday, 6 September 2013

BANDUNG (beritatrans.com) – Manajemen PT Angkasa Pura II segera membangun terminal dan apron Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Dengan terminal dan apron baru berbiaya Rp162 miliar itu maka kapasitas bandara akan mampu menampung sekitar 3 juta penumpang/tahun.

“Itu untuk menampung pertumbuhan penumpang sampai dengan tahun 2017. Rencananya pembangunan dimulai November/Desember 2013. Saat ini progres penyelesain final basic design,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko kepada beritatrans.com, Jumat (6/9/2013).

Terminal yang akan diperluas menjadi 6.100 meter persegi dengan kapasitas penumpang 4.111 penumpang per hari.sudah mendesak, dia mengemukakan karena daya tampung tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang. Pada tahun 2012, pertumbuhan penumpang mencapai 97,5% ke angka 1,8 juta penumpang setahun, terdiri dari 1,2 juta penumpang domestik, dan 600.000 penumpang internasional.

Tetapi, daya tampung terminal hanya 903 penumpang per hari, dengan luas lahan 3.000 meter persegi. Dengan demikian, sudah over capacity dan berisiko terhadap level of service. Sedangkan pergerakan pesawat pada 2012 tumbuh 70,1% menjadi 17.529 penerbangan, di mana penerbangan domestik 12.494 kali dan internasional 5.035 kali.

Tri Sunoko mengutarakan terminal tambahan itu sifatnya hanya sementara. “Karena kami akan membangun bandara baru pengganti Bandara Husein yakni di Kertajati, Majalengka. Pembangunan bandara baru ini bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat,” tuturnya.

Secara terpisah, Direktur Pengembangan Kebandarudaraan & Teknologi PT Angkasa Pura II Salahudin Rafi mengungkapkan terminal baru tersebut mengadopsi model Bandara Jeddah. “Arsitektur khas banget. Cantik di bagian eksterior, lebih cantik lagi di bagian interior,” ujarnya.

Menyinggung tentang bandara baru di Kertajati, Salahudin Rafi mengutarakan master plan sudah ada dan pembangunannya sudah disepakati dengan Pemprov Jawa Barat. “Tinggal penandatanganan saling kesepahaman (MoU) saja antara PT Angkasa Pura II dengan Pemprov Jawa Barat,” ungkapnya.

Kerja sama itu mengadopsi model pembangunan Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang merupakan pengganti Bandara Polonia, Medan. “Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pengelolaan dan pembangunan bandara memang mesti tender. Tetapi karena bandara di Kertajati, Majalengka, merupakan bandara pengganti, maka tidak perlu tender,” tegasnya.

KOMENTAR PENUMPANG
Sejumlah pengguna jasa Bandara Husein Sastranegara berharap pembangunan bandara baru tersebut bisa dipercepat mengingat terlalu sumpeknya Bandara Husein Sastranegara. “Masuk bandara begitu padat, ke luar bandara juga padat. Parkir kendaraan juga susah banget,” tutur Faturahman, pengusaha yang sering bolak-balik Bandung – Kuala Lumpur untuk urusan bisnis.(aw).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari