Angkasa Pura 2

Dua Perahu Nelayan Tabrakan

DermagaMinggu, 8 September 2013
KAPAL-NELAYAN

NEGARA —  Lagi, kecelakaan di laut. Kali ini, dua perahu milik nelayan asal Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, bertabarakan di perairan laut Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (8/9/2013) dini hari.

Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WITA tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun 2 ton ikan hasil tangkapan para nelayan hilang di tengah lautan.

Informasi yang dihimpun dari nelayan di Pengambengan menyebutkan bahwa tabrakan terjadi antara perahu Samudra dengan perahu Mandala di Jimbaran atau sisi luar Selat Bali.

“Saat itu perahu yang digunakan untuk mengangkut ikan hasil tangkapan bergerak mundur. Tahu-tahu datang perahu Mandala yang mengambil haluan terlalu dekat sehingga salah satu mesinnya menghantam depan perahu kami sampai jebol,” kata Asari Rahman, nahkoda perahu Samudra.
Menurut dia, mesin itu tepat menghantam penahan sambungan papan-papan perahu yang mengangkut sembilan nelayan.

Ia menyesalkan nelayan yang ada di perahu Mandala yang tidak memberikan pertolongan, melainkan meninggalkan perahu Samudra.

“Padahal, saat itu sisi depan perahu sudah mulai tenggelam ke laut,” ujar Asari.

Demi keselamatan jiwa rekan-rekannya, dia terpaksa membuang 2 ton ikan hasil tangkapan yang berada di dalam jala. Jala itu dijadikan pegangan oleh awak perahu Samudra.

“Selain tali, drum dan jerigen berisi solar kami kosongkan sebagai pelampung. Semua awak perahu itu, akhirnya bisa naik ke perahu saya,” katanya.

Ia mengungkapkan, perahu Samudra untuk mengangkut ikan hasil tangkapan tersebut, tenggelam beserta seluruh isinya beberapa saat setelah nelayan berlompatan ke laut.

Nelayan di Kabupaten Jembrana biasa menggunakan sepasang perahu untuk mencari ikan dengan satu perahu mengangkut jaring dan satunya lagi untuk mengangkut ikan.

Sementara Mahfud, salah seorang pengurus perahu Samudra mengatakan, pihaknya akan berunding dengan pemilik perahu Mandala untuk membicarakan masalah ini.

Ia mengaku, akibat tabrakan, pihaknya menderita kerugian sekitar Rp300 juta, termasuk perahu dan lima unit mesin.

“Kami menyewa perahu itu dari orang lain, dan baru empat hari ini beroperasi di laut,” katanya.

Mahfud menduga, perahu Mandala pergi meski melihat nelayan perahu Samudra yang ditabraknya dalam kondisi bahaya, karena mengejar ikan.

“Saat kejadian memang posisi perahu Mandala sedang tawuran atau menebar jaring. Tapi masak lebih berat mengejar ikan, daripada menyelamatkan nyawa awak perahu yang mereka tabrak,” katanya. (machda/awe)

 

loading...