Angkasa Pura 2

Mulai Hari ini, Garuda Terbangkan 90.108 Calon Jemaah Haji

KokpitSelasa, 10 September 2013
garuda-jamaah haji-1

JAKARTA (beritatrans.com) – Mulai hari ini, Selasa (10/9/2013) Garuda Indonesia mengakut kloter (kelompok terbang) pertama  calon jemaah haji Indonesia secara serentak di 7 embarkasi dari 10 embarkasi yang dilayani.

Ketujuh embarkasi tersebut yaitu Padang, Solo, Balikpapan, Makassar dan Lombok menuju Jeddah dan embarkasi Jakarta dan Medan menuju Madinah. Sementara, penerbangan kloter pertama dari embarkasi Palembang akan dimulai pada tanggal 18 September, embarkasi Banjarmasin pada tanggal 19 September, dan embarkasi Banda Aceh mulai 29 September.

Pelepasan kloter pertama calon jemaah haji dilakukan Menteri Agama RI, Suryadharma Ali dan  Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi, didampingi Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama RI Anggito Abimanyu di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Pelaksanaan penerbangan musim haji tahun 2013/1434H ini Garuda Indonesia memulai Phase Keberangkatan (Phase I) pada tanggal 10 September 2013 hingga 9 Oktober 2013, sementara penerbangan haji Phase Kepulangan (Phase II) akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2013 hingga 19 November 2013,” jelas Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pujobroto, Selasa (10/9/2013).

Penerbangan langsung ke Madinah, tambahnya, dilayani oleh embarkasi Jakarta dan Medan dengan periode keberangkatan pada tanggal 10 – 24 September 2013 dan periode kepulangan pada tanggal 4 – 19 November 2013.

Adapun jadwal keberangkatan Haji pada hari ini adalah:

 

Embarkasi                              Phase Keberangkatan (Phase I)
Jml. Kloter Jml. Calhaj Tujuan / No. Penerbangan Waktu Keberangkatan Waktu Tiba (Estimasi)
Padang 1 374 Jeddah/ GA 3301 06.20 WIB 10.40 LT
Solo 3 1125 Jeddah/GA 6101 05.35 WIB 13.10 LT
Jeddah/GA 6001 07.45 WIB 15.20 LT
Jeddah/GA 6301 13.35 WIB 21.10 LT
Balikpapan 1 360 Jeddah/GA 4101 09.00 WITA 16.05 LT
Makassar 1 375 Jeddah/GA 1101 09.40 WITA 17.10 LT
Lombok 1 325 Jeddah/GA 5101 19.30 WITA 01.10 LT (+1)
Jakarta 1 455 Madinah/GA 7101 11.19 WIB 16.34 LT
Medan 1 440 Madinah/GA 3101 13.49 WIB 17.34 LT
Palembang          (mulai 18 Sept) 1 360 Jeddah/GA 7701 16.10 WIB 21.10 LT
Banjarmasin     (mulai 19 Sept) 1 325 Jeddah/GA 8101 22.20 WITA 05.10 LT (+1)
BandasAceh     (mulai 29 Sept) 1 440 Jeddah/GA 2101 16.56 WIB 20.26 LT

 

10 Embarkasi

Menurut dia, pada Penerbangan Haji tahun 2013M/1434H ini Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 90.108 calon jemaah haji, atau berkurang dibanding jumlah jemaah tahun lalu (2012M/1433H) yang   sebanyak 112.688 jemaah, akibat penerapan pengurangan kuota oleh pemerintah Arab Saudi sebesar 20 persen.

Sebanyak 90.108 jemaah Indonesia tersebut akan diberangkatkan melalui 233 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu : Aceh (3.175 jemaah, 7 kloter), Medan (6.663 jemaah, 15 kloter), Padang (5.974 jemaah, 16 kloter), Jakarta (17.723 jemaah, 39 kloter, Solo (26.546 jemaah, 71 kloter), Lombok (3.651 jemaah, 11 kloter), Makassar (11.997 jemaah, 32 kloter), Palembang (5.900 jemaah, 17 kloter), Banjarmasin (4.195 jemaah, 13 kloter), Balikpapan (4.284 jemaah, 12 kloter).

Pujobroto menyebutkan, pada pelaksanaan penerbangan haji tahun 2013/1434H ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 12 pesawat wide-body (berbadan lebar) yang terdiri dari 9 pesawat Airbus A-330 (kapasitas 375 seat), 2 pesawat Boeing 747-400 (kapasitas 455 seat) dan 1 pesawat Boeing 777-300 (kapasitas 440 seat).

“Pesawat-pesawat tersebut rata-rata berusia muda dan bahkan ada pesawat yang diproduksi pada tahun 2011. Proses tender pesawat tersebut dilaksanakan secara terbuka dan transparan, dan diumumkan di media cetak nasional dan internasional,” katanya.

 

 

 

Kerahkan 492 Awak Kabin

Pada pelaksanaan penerbangan haji tahun 2013/1434H, kata Pujobroto, Garuda Indonesia mengerahkan 492 orang awak kabin. Dari jumlah itu, 85% diantaranya awak kabin yang direkrut dari masing–masing daerah embarkasi.

Ia menjelaskan, perekrutan awak kabin asal daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari pelayanan Garuda Indonesia kepada para jemaah khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian besar jemaah hanya mampu berbahasa daerah.

Untuk keamanan dan kenyamanan para jemaah, Garuda Indonesia menghimbau – para jamaah agar tidak membawa barang – barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, antara lain: kompor minyak, gas LPG, korek api, pisau, parang, gunting panjang, hair-spray atau parfum dalam tabung semprot, dan lain-lain. Bila membawa barang barang elektronika, maka baterainya juga harus dilepas.

”Garuda Indonesia juga meminta jamaah agar tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain untuk dibawa ke dalam pesawat. Hal ini perlu diingatkan kembali untuk mencegah (menghindari) adanya perbuatan (tindakan) dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan,” paparnya.

Pujobroto berharap, jamaah diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang disepakati antara Departemen Agama dan Garuda Indonesia, yaitu tidak membawa barang bawaan yang melebihi berat 32 Kg, baik saat keberangkatan menuju Jeddah atau Madinah maupun kepulangan ke Tanah Air, untuk kenyamanan dan keamanan para jemaah.

Barang bawaan tersebut terdiri dari satu kopor, satu tas tentengan di kabin dan tas paspor. Garuda akan memberikan secara cuma-cuma lima liter air zam-zam kepada setiap jamaah di Bandara debarkasi Indonesia. (awe/machda)