Bandara Trunojoyo Sumenep Segera Beroperasi

BandaraKamis, 12 September 2013
ATR

SUMENEP Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan beberapa bulan ke depan Bandara Trunojoyo Sumenep sudah dapat beroperasi untuk penerbangan pesawat komersil. Karena itu, proyek perpanjangan landasan pacu atau runway sepanjang 1,4 kilometer tuntas.

Pemkab Sumenep selama  2012 telah menganggarkan dana sebesar sebesar Rp2,3 miliar. Selain itu, pada tahun 2013 ini pun kembali mengangarkan Rp3,5 miliar mendahului Perubahan Akhir Keuangan (PAK) di APBD tahun 2013.

“Anggaran ini untuk lanjutan pembebasan tanah tahun 2011. Usaha menambah  landasan pacu diperkuat lagi di tahun 2013 ini,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Heri Kuncoro di Sumenep, Kamis (12/9/2013).

“DPR berharap landasan pacu sepanjang 1,4 kilometer tuntas. Dengan landasan pacu 1,4 kilometer pesawat komersial jenis ATR  berpenumpang 72 orang bisa terbang dan mendarat mulus,” papar Heri.

Dia menargetkan untuk penyelesaian landasan pacu bertaraf nasional atau untuk sebuah penerbangan pesawat komersial itu, sudah bisa diselesaikan pada tahun 2013 ini. Pada tahun 2013 juga diharapkan sudah bisa beroperasi pesawat komersil.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Bandara Trunojoyo, Dwi Ariyanto menambahkan sembari menunggu perluasan runway, Bandara Trunojoyo Sumenep akan segera membuka jalur penerbangan perintis.

Jalur keperintisan itu akan menempuh rute Sumenep – Gresik (Bawean) – Banyuwangi.

“Rencana itu sudah kita bahas bersama antara ketiga pimpinan di tiga kabupaten yakni Sumenep, Gresik dan Banyuwangi dan dari Kementerian Perhubungan yang ada di Banyuwangi. Hasilnya positif dan hanya tinggal menunggu realisasi kesepakatan tersebut,” ujar Dwi Ariyanto.

Dwi menambahkan, untuk penerbangan perintis biasanya selalu dilayani pesawat kecil berkapasitas 14 penumpang. Jalurnya, pesawat kecil tersebut dari Bawean terbang ke Sumenep. Dari Sumenep akan ganti pesawat yang lebih besar jenis pesawat ATR72 milik Wing Air menuju Bandara Juanda Surabaya atau ke Banyuwangi.(santi/machda)