Angkasa Pura 2

Pemiskinan korban kecelakaan

Another News Rubrik Iskandar AbubakarKamis, 12 September 2013
photo

Berbeda dengan korban kecelakaan yang menyangkut anak artis popular Indonesia baru-baru ini, Orang tua penabrak menanggung semua pendidikan dari keluarga yang ditinggalkan korban. Hal ini akan menjadi masalah kalau saja penabrak bukan siapa-siapa yang hidupnya pas-pas-an maka penabrak tidak mungkin untuk melakukannya.

Mempelajari kejadian kecelakaan di Indonesia yang mengakibatkan korban yang meninggal atau luka-luka pada gilirannya akan mengakibatkan kepedihan yang mendalam serta kerugian finansial yang sangat besar pula, khususnya bila melibatkan kepala keluarga/pencari nafkah dalam keluarga.

Saat ini santunan yang diperoleh dari Jasa Raharja hanya 25 juta rupiah untuk korban meninggal. Angka yang tidak terlalu tinggi bila korbannya masih dalam usia produktif, karena tidak akan mencukupi untuk membesarkan dan memenuhi pendidikan anak -anak korban yang masih sekolah ataupun membiayai kehidupan keluarga yang ditinggalkan. Akan terjadilah pemiskinan terhadap keluarga yang ditinggal.

Sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan peningkatan santunan korban kecelakaan, baik terhadap keluarga korban yang meninggal maupun terhadap korban yang cacat. Untuk itu disarankan untuk dinaikkan paling tidak 10 kalinya atau bila memungkinkan sampai 20 kali.

Angka ini juga tidak boleh terlalu besar juga untuk menghindari upaya bunuh diri orang-orang tertentu yang membutuhkan uang untuk membiayai keluarganya dengan mencelakakan dirinya.

Kenaikan ini pantas dilakukan kalau kita bandingkan korban kecelakaan udara mendapatkan santunan yang jauh lebih besar. Namun yang kemudian menjadi masalah dari mana santunan itu dibiayai? Untuk itu premi asuransi Jasa Raharja harus ditingkatkan.

Iskandar Abubakar @iskandarabu

loading...