Angkasa Pura 2

Kecelakaan KA Turangga Diduga Sabotase

EmplasemenSenin, 16 September 2013
kereta turangga

CILACAP (beritatrans.com) – Kecelakaan kereta api (KA) Turangga) jurusan Bandung-Surabaya yang terjadi Jumat (16/9/2013) di Dusun Ciawitali, Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap ditengarai Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cilacap akibat sabotase.

“Setelah kami terjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan proses identifikasi, kami menduga kecelakaan itu akibat sabotase,” kata Kepala Satreskrim Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi, Agus Puryadi, Senin (16/9).

Ia berjanji akan menyelidiki dan menangani dugaan sabotase KA itu secara serius guna mengungkap siapa pelakunya.

Manajer Humas PT Kereta Api Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono mengaku berharap kasus dugaan sabotase terhadap KA Turangga dapat segera terungkap dan pelakunya bisa ditangkap.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan polisi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi aksi sabotase yang dialami KA Turangga pada Jumat (13/9), pukul 00.28 WIB, di Km 350 hingga Km 351 antara Stasiun Sidareja dan Stasiun Gandrungmanggu, Cilacap.

Saat melintas di wilayah Dusun Ciawitali, Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, KA Turangga yang datang dari arah Bandung menabrak tumpukan batu dan kayu bekas bangunan yang melintang di atas rel.

Kendati tidak menyebabkan kecelakaan, peristiwa tersebut mengakibatkan rangkaian KA Turangga yang terdiri enam gerbong eksekutif, satu gerbong restorasi, satu gerbong generator, dan satu gerbong khusus barang itu terpaksa berhenti luar biasa di Stasiun Kawunganten.

Hal itu dilakukan masinis KA Turangga Ade S untuk memeriksa kondisi lokomotif CC 20414 setelah menabrak tumpukan kayu dan batu serta melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Petugas Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Kawunganten.

Dari hasil pemeriksaan masinis di Stasiun Kawunganten, diketahui lokomotif mengalami kerusakan pada lampu kabut (fog lamp) sebelah kanan dan tutup box multiple unit (perangkat elektrik penyambung dua lokomotif ketika akan dioperasikan melalui satu kabin).

Jika melihat kerusakan yang terjadi di lokomotif, yaitu lampu kabut dan tutup box multiple unit, tumpukan kayu bekas bangunan dan batu tersebut diduga cukup tinggi karena letak perangkat tersebut pada lokomotif sekitar 1 meter dari rel.

Setelah dilakukan pemeriksaan sekitar delapan menit, KA Turangga dapat melanjutkan perjalanannya lagi ke Surabaya.

Sebelumnya, di tempat yang sama (Km 350 hingga Km 351), KA Kahuripan jurusan Kediri-Kiaracondong yang ditarik lokomotif CC 20303 dilempar batu oleh orang tidak dikenal pada Jumat (13/9), sekitar pukul 00.00 WIB.

Meskipun tidak mengakibatkan adanya korban luka-luka, aksi pelemparan tersebut menyebabkan satu kaca jendela gerbong kereta makan (restorasi) KA Kahuripan pecah. (tifa/machda)