Angkasa Pura 2

Kereta Layang dari Halim ke Bandara Soekarno – Hatta Telan Biaya Rp20 Triliun

EmplasemenSelasa, 17 September 2013
kereta bandara

JAKARTA (beritatrans.com) – Jalur kereta bandara express line akan dibangun dari kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ke Bandara Soekarno – Hatta. Jaringan kereta yang dibangun melayang (elevated) ini diperkirakan menyerap biaya sekitar Rp20 triliun.

Proyek kereta bandara tersebut, Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan segera ditender pada Desember 2013. “Sudah ada beberapa negara menyatakan berminat, termasuk Amerika Serikat, Kanada, India, Cina dan lainnya,” ungkapnya kepada beritatrans.com, Selasa (17/9/2013).

Posisi di kawasan Halim di sebelah utara jalan tol Cikampek. “Di sana dibangun stasiun. Dari Halim, jalur kereta melayang melintasi Jalan MT Haryono, Tebet, Duku Atas, Tanah Abang, Pluit, lalu menyusuri pinggir Jalan Tol Bandara,” ujarnya.

Di Bandara Soekarno – Hatta, Hanggoro menuturkan kereta tidak masuk melalui kawasan pintu M1, tetapi langsung ke terminal. “Kami merencanakan di Halim, stasiun juga berfunsgi sebagai city check-in terminal. Jadi begitu sampai Bandara Soekarno – Hatta, penumpang pesawat tidak perlu lagi cek in,” jelasnya.

Bila sudah ditentukan pemenang tendernya, dia menegaskan maka diharapkan tahun depan atau paling lambat tahun 2015, infrastruktur kereta bandara ini bisa dibangun. “Kami berharap pembangunannya tidak lebih dari lima tahun,” tuturnya.

Kereta tersebut sepenuhnya dikelola oleh korporasi, bisa swasta atau BUMN. Hanya saja, kalau investor luar negeri, tentu saja harus bekerja sama dengan korporasi yang ada di Indonesia.

Hanggoro Budi Wiryawan menegaskan kereta itu akan melengkapi pelayanan kereta ke Bandara Soekarno – Hatta. “Karena secara simultan, pemerintah juga membangun kereta komuter ke bandara. Pembangunan dan pengelolaannya oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI),” ungkapnya.