Angkasa Pura 2

PT Adhi Karya Rilis Monorail Pelabuhan

DermagaKamis, 26 September 2013
monorail pelabuhan

JAKARTA (beritatrans.com) — PT Adhi Karya akan merilis pengangkut kontainer otomatis (ACT) berbasis monorail pada 28 September 2013. Monorail kontainer ini akan menghubungkan Pelabuhan Teluk Lamong dengan Tanjung Perak sepanjang 4,7 Km.

Pembangunan monorail diperkirakan menelan dana berkisar Rp3 triliun sampai Rp3,5 triliun. Perseroan akan menggunakan skema pinjaman untuk pembiayaan.

“Sisanya berasal dari konsorsium BUMN yang ikut terlibat seperti PT Inka Persero dan PT Len Persero,” ujar Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (25/9).

Skema pembiayaan ini nantinya Adhi Karya mendapatkan porsi minoritas sekitar 20 persen. Pembiayaan pembangunan monorail lebih besar dibebankan kepada PT Inka dan PT Len.

“Desember ini sudah bisa tanda tangan agreement bertiga dan selanjutnya dengan Pelindo III Persero sebagai pemilik proyek,” imbuhnya.

Adhi Karya bersama konsorsium lainnya berencana akan membangun monorail kontainer Tanjung Priok pada tahun depan. Pembangunannya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun sampai 2 tahun.

“Kalau ini berhasil maka akan bisa menjadi benchmark untuk Pelabuhan Tanjung Priok,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku PT Adhi Karya telah menyiapkan dana hingga lebih dari Rp 1 triliun untuk mewujudkan idenya itu. Namun saat ini tahapan masih dalam proses negosiasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Rp1 triliun lebih, sekarang masih negosiasi, tidak tender, karena ini murni inisiatif Adhi,” ungkapnya.

Dahlan menuturkan monorel ini nantinya akan lebih berperan sebagai sarana transportasi logistik yang akan menghubungkan antar pelabuhan di Surabaya.

“Monorel ini khusus untuk kontainer di Pelindo 3, supaya arus kontainer ke Pelabuhan Lama dan Pelabuhan Baru tidak melalui jalan tol, karena masuknya itu luar biasa macetnya,”jelasnya.

Diharapkan dengan adanya sarana transportasi alternatif ini para pengusaha mampu memanfaatkan dengan maksimal demi meningkatkan perekonomian Indonesia dengan Jawa Timur secara lebih khusus.

“Sudah dihitung itu fisible karena satu truk sehari bisa bawa 1 kontenir, dibanding bayar (monorel) bisa angkut berapa kali, itu saja masih untung,”papar Mantan Direktur Utama PLN itu. (santi/machda)