Angkasa Pura 2

Progres Jalur Ganda KA Pantura 84 Persen

EmplasemenSelasa, 1 Oktober 2013
arief heryanto-2-edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Progres proyek pembangunan jalur ganda (double track) rel kereta api (KA) sepanjang pantai utara (Pantura) Jawa sudah mencapai 84,31 persen.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Arief Heryanto mengungkapkan sudah 291 kilometer double track beroperasi. Dari jalur sepanjang itu, sebanyak 72 kilometer dikerjakan tahun anggaran 2012 dan 2013. Sedangkan double track yang masih dikerjakan dan diusahakan selesai tahun ini sepanjang 364 kilometer.

“Selama 24 jam, kami terus mengawasi dan mengawal pekerjaan jalur ganda ini agar seluruhnya bisa terealisasi sesuai dengan rencana. Para Satker dan kontraktor didorong untuk bisa bekerja lebih keras dan cerdas lagi,” tegasnya kepada beritatrans.com, Selasa (1/10/2013).

Dia menuturkan Wakil Presiden, Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perkeretaapian amat concern terhadap proyek yang akan meningkatkan kapasitas dan frekwensi kereta api, sebagai bagian dari begitu tingginya kepedulian pemerintah terhadap rakyat.

Dia menjelaskan untuk Satuan Kerja (Satker) Peningkatan Jalan KA Lintas Utara Jawa, progres proyek mendekati titik final yakni mencapai 96,25 persen. Lahan yang dibutuhkan sebanyak 95.615 meter sudah seluruhnya dibebaskan.

Progres Satker Pembangunan Jalur Ganda Tegal – Pekalongan – Semarang, sudah 84,7 persen. Sejauh ini, sudah 527.921 meter lahan dibebaskan atau 63,84 persen dari kebutuhan. Di empat kabupaten dan kota, masih terdapat warga yang belum menyetujui harga yang ditawarkan untuk pembebasan lahan.

Selain itu, terdapat bangunan milik warga di empat kelurahan di Kota Semarang, berdiri di atas tanah negara, sehingga dibutuhkan payung hukum dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk pemberian ganti rugi.

Terhadap persoalan itu, dilakukan renegosiasi dengan warga yang masih belum menyetujui harga lahan. Sedangkan untuk bangunan warga di atas negara, apabila tidak ada payung hukum dari BPN, maka direncanakan rekayasa teknik pembangunan jalur ganda.

Satker Pengembangan Perkeretaapian Jawa Tengah sudah 86,53 persen dengan lahan 115.798 meter dibebaskan atau 34,99 persen dari lahan yang dibutuhkan. Terhadap persoalan pembebasan lahan itu, dipersiapkan renegosiasi harga dan pendekatan secara informal terhadap pemilik tanah.

“Untuk pekerjaan konstruksi yang tidak terkendala pembebasan lahan, secara umum tetap berjalan dan sesuai progres,” ungkap Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Arief Heryanto.

MASALAH PIPA
Sedangkan Satker Pengembangan Perkeretaapian Jawa Timur sudah 70,32 persen. “Untuk Satker ini, terdapat pekerjaan relokasi utilitas pipa milik PT Petrokimia, yang terkena pembangunan jalur ganda tahap 2 sepanjang 9 kilometer antara Lamongan – Babat. Saat ini, sudah 8,2 kilometer direlokasi.

Selain itu, terdapat pipa BBM Pertamina yang terkena pembangunan jalur ganda sepanjang sekitar 2,5 Km (di 6 lokasi Emplasemen Stasiun antara St. Pucuk – St. Duduk) sudah dilakukan proteksi pipa BBM sepanjang 500 meter di Stasiun Lamongan dan 500 meter di Stasiun Sumlaran. “Sisa sekitar 1.050 meter terkendala pembebasan lahan di Gembong, Pucuk, Sukoanyar,” jelasnya. (aw).

loading...