Angkasa Pura 2

Dirjen Perlu Keluarkan Maklumat Pelayaran Antisipasi Cuaca Ekstrem

DermagaJumat, 4 Oktober 2013
Bobby R Mamahit

JAKARTA (beritatrans.com) — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali mengeluarkan Maklumat Pelayaran. Maklumat ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut peringatan dini dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan pada 01-07 Oktober  2013 akan terjadi angin kencang, hujan lebat disertai petir, dan gelombang tinggi di Perairan Indonesia.

BMKG memperkirakan terjadinya gelombang setinggi 4-5 meter di Laut China Selatan dan gelombang setinggi 3-4 meter di Perairan Barat Daya Banten, Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia Selatan Jawa Barat, Laut Arafura Bagian Timur, Perairan Selatan Pulau Yos Sudarso, dan Perairan Merauke.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan kepada para Kepala Kantor Kesyahbandaran untuk menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar bagi semua ukuran dan jenis kapal, termasuk kapal yang tinggi lambung timbulnya kurang dari 3 meter untuk berlayar pada perairan tersebut,” ujar Dirjen Perhubungan Laut, Bobby R Mamahit, Kamis (3/10/2013).

Selain perairan-perairan di atas, jelasnya, gelombang setinggi 2-3 meter juga diperkirakan oleh BMKG akan terjadi di Laut Andaman, Perairan Aceh, Perairan Kep. Natuna, Perairan Bengkulu dan Pulau Enggani, Perairan Bag. Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Selatan Bali

Begitu juga Laut Jawa Bagian Utara, Perairan Kalimantan Bagian Selatan, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Barat Kep. Sangihe Talaud, Laut Halmahera, Laut Banda, Perairan Kep, Tanimbar, Perairan Kep. Kai dan Kep. Aru, Laut Buru Bagian Selatan, dan Laut Aru.

Bobby menginstruksi kepada para Kepala Kantor Kesyahbandaran untuk menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal roro, kapal landing, kapal ferry, dan kapal penumpang berkecepatan tinggi untuk berlayar pada semua perairan yang mengalami gelombang tinggi di atas.

Menurut dia, selain menginstruksikan untuk menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar bagi jenis-jenis kapal dimaksud, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menekankan pada para Kantor Kesyahbandaran di seluruh Indonesia agar dalam menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar.

“Yang paling penting mengutamakan dan memperhatikan faktor-faktor keselamatan pelayaran antara lain: kelaiklautan kapal, kelengkapan dan fungsi alat keselamatan pelayaran (sekoci, inflatable life raft, baju penolong), radio komunikasi berfungsi baik, dan jumlah penumpang/muatan tidak melebihi kapasitas yang ditetapkan,” tegasnya.

Di samping itu, katanya, dalam menghadapi cuaca ekstrim ini, Direktur Jenderal Perhubungan Laut juga memerintahkan agar setiap Kepala Distrik Navigasi memberikan instruksi kepada Kepala Kantor Stasiun Radio Pantai (SROP) untuk selalu membuka radio frequency marabahaya.

Selain itu, tegasnya, kepada para Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) agar selalu menyiapkan unsur-unsur penyelamatan dan penanggulangan musibah yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu pada saat terjadinya keadaan darurat di laut. (awe/machda)

loading...