Angkasa Pura 2

Keselamatan Pelayaran Perlindungan Lingkugan Maritim Dibahas Indonesia, Malaysia dan Singapura

DermagaMonday, 7 October 2013

DENPASAR (beritatrans.com) – Isu strategis terkait keselamatan pelayaran dan perlindungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura, menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tiga negara pantai, yakni Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Pembahasan  isu strategis itu dikemukakan Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit sebelum Menteri Perhubungan EE Mangindaan membuka pertemuan Cooperation Forum, Tripartite Technical Expert Group (TTEG)  and Project Coordination Committee tiga negara pantai, di Hotel Grand Inna Kuta, Bali, Senin (7/10/2013).

Bobby, yang merupakan chairman pertemuan tersebut, mengutarakan pertemuan yang digelar hingga 11 Oktober 2013 itu juga melibatkan users dan stakeholders seperti Menteri Perhubungan Jepang, Mallacca Strait Council, BIMCO dan Intertanko.

Isu strategis tersebut, dia menjelaskan dibagi menjadi empat sesi yakni Cooperative Mechanism and the Straits of Malacca and Singapore, Marine Electronic Highway and E-Navigation, Safety of Navigation in the Straits of Malacca and Singapore, dan Marine Enviromental Protection in the Straits of Malacca and Singapore.

Tujuan pertemuan tersebut, dirjen mengemukakan untuk mengkoordinasikan implementasi dan prioritas proyek-proyek kerjasama di Selat Malaka dan Selat Singapura, dalam kerangka Co-Operative Mechanism di antaranya Aids to Navigation, Marine Casualty Affecting Traffic Movement, Mandatory Ship Reporting System, Removal of Wreck on the Straits to Enchance Navgational Safety.

Pertemuan TTEG itu sendiri dibentuk berdasarkan joint statement Indonesia, Malaysia dan Singapura pada tahun 1977, untuk membahas berbagai kebijakan yang terkait keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Singapura.

 

CO-OPERATIVE MECHANISM

Kerjasama melalui TTEG yang didukung oleh International Maritime Organization (IMO) itu melahirkan forum kerjasama Co-operative Mechanisme berdasarkan kesepakatan Singapore Statement tahun 2007.

Forum Co-operative Mechanism bertujuan mewujudkan implementasi Article 42 UNCLOS 1982, yang mendorong peran serta user states dan stakeholders dalam meningkatkan keselamatan dan perlindungan lingkungan maritim di Selata Malaka dan Selat Singapura. (aw).