Angkasa Pura 2

Kemenhub Akui Tak Mampu Kontrol Maskapai Penerbangan

KokpitMinggu, 13 Oktober 2013
herry bakti gumai

JAKARTA (beritatrans.com) – Belakangan ini ada trend maskapai penerbangan menambah jumlah pesawat, yang konsekuensinya ekspansi rute. Hal ini jelas diperlukan sumber daya manusia yang memadai.

Fenomena tersebut sungguh ironis karena pemerintah tidak mampu mencegah sebuah maskapai penerbangan untuk menambah jumlah armada. Hal tersebut setidaknya diakui Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti, yang menyatakan Kemenhub tidak bisa mengontrol maskapai membeli pesawat.

“Apalagi mengontrol waktu kedatangan, rencana rute dan penambahan sumber daya manusia operator penerbangan tersebut. Jadi, “Kita enggak bisa stop, karena masing-masing ingin mengembangkan konektivitas mereka,” kata Herry, di Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Menurut dia, otoritas Kemenhub, sebelum melakukan ekspansi, perusahaan maskapai harus mengukur terlebih dahulu kemampuan SDM atau personel yang dimiliki. “Tidak hanya yang di pilot dan awak kabin, tapi juga yang di ground handling,” sebutnya.

Masyarakat, tambahnya, harus melihat maskapai berdasarkan sumberdaya manusia, bukan hanya jumlah pesawat.  “Yang kita kontrol SDM-nya, bukan armadanya. Ini yang harus dijelaskan ke masyarakat, jangan lihat yang pesen-pesen banyak. Mereka (perusahaan maskapai) booking (pesan) pesawat duluan biar dapat harga yang bagus,” katanya.

Menanggapi kasus delay domino Lion Air beberapa waktu lalu, Herry mengatakan, manajemen seharusnya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pengganti terlebih dahulu sebelum melakukan pemutusan hubungan kerja.

Sebagai informasi, saat itu manajemen Lion Air mengakui delay domino terjadi karena mereka merumahkan 18 petugas ground breaking di Bali, yang terduga bermasalah. (awe/machda)