Angkasa Pura 2

42 Kontainer Daging Sapi Harus Direekspor

DermagaJumat, 25 Oktober 2013
simatupang

JAKARTA (beritatrans.com) — Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung  Priok , Sahat Simatupang mengatakan 42 kontainer daging impor (nonquota) di Pelabuhan Priok Priok harus  segera   direekspor ke negara asalnya Australia.

Sahat kepada beritatrans.com, Kamis (24/10/2013) mengatakan, importir  daging tersebut (PT KSU) sudah dipanggil Rabu (23/10/2013), dia siap melakukan reekspor, tapi  masih negosiasi dengan pengelola terminal minta keringanan biaya penumpukan dan biaya lainnya.

Menurut Sahat , daging impor bermasalah itu totalnya 49 kontainer tapi baru 42 kontainer yang sudah keluar perintah reekspor dari Bea dan Cukai. Sedang tujuh kontainer  lainnya masih dalam proses.

Sekjen BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Ridwan T mengatakan, untuk menekan dwelling time (lamanya barang numpuk di pelabuhan),  pemerintah perlu mengatur sanksi bagi importir yang barangnya harus di-reekspopr tapi tidak dilaksanakan.

Sampai sekarang regulasi yang mengatur terhadap barang terkena rerekspor, tapi  tidak dilaksanakan belum ada. “Ini penting khususnya untuk mencegah  negara kita jadi tempat pembuangan limbah B3 (Barang Beracun Berbahaya) dari luar negeri,” katanya.

Misalnya, orang masukkan limbah B3 dari luar negeri yang dokumennya  dimanipulasi. Setelah barang tiba di pelabuhan  importirnya menghilang mau diapakan itu sampah, katanya. (wilam)