Angkasa Pura 2

Manajemen Lalu Lintas Selama Konstruksi MRT

Another NewsSelasa, 29 Oktober 2013
iskandar 2

Kekawatiran bahwa pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang parah memang perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah. Karena kalau tidak diperhatikan kemacetan lalu lintas yang parah niscaya akan terjadi.

Pemerintah Daerah perlu menerapkan strategi manajemen lalu lintas selama konstruksi yang direncanakan dengan baik serta perlu dikendalikan dengan baik, sehingga dapat meredam permasalahan yang timbul.

Khusus untuk bagian layangnya Jakarta sudah mempunyai pengalaman yang cukup, terakhir dengan dibangunnya 2 ruas jalan non tol di Jakarta, namun untuk konstruksi yang berada dibawah permukaan jalan merupakan bagian yang paling berat karena pembangunan stasiunnya akan dilakukan dengan system gali dan timbun (cut and cover).

Untuk itu perlu dipersiapkan Kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) untuk memperhitungkan dampak yang diakibatkan pembangunan MRT layang ataupun yang berada dibawah tanah terhadap arus yang ada.

Mitigasi

Beberapa langkah perlu dilakukan sebagai tindak lanjut Studi Analisis Dampak Lalu LIntas , pertama mempersiapkan jalur jalan sementara dengan yang cukup untuk mengalirkan arus lalu lintas dengan kualitas permukaan yang mulus, kedua pembatasan waktu kerja termasuk dan khusus untuk bagian jalan yang akan mempengaruhi arus lalu lintas diusahakan hanya bekerja pada malam hari.

Langkah ketiga, Dinas Perhubungan perlu mempersiapkan jalan alternatif untuk mengalihkan/mengurangi beban arus lalu lintas di koridor yang sedang dibangun, Keempat, pemerintah Daerah perlu meningkatkan kapasitas angkutan umum khususnya Bus TransJakarta. Pemerintah perlu melakukan beberapa skema manajemen permintaan lalu lintas dengan park and ride, penyediaan bus shuttle, waktu kerja flexible.

Iskandar Abubakar /@iskandarabu