Angkasa Pura 2

Proses perizinan untuk penggunaan lahan TNI AU belum tuntas

Pekerjaan Perluasan Terminal Bandara Husein Sastranegara Belum Bisa Dimulai November 2013

BandaraSelasa, 29 Oktober 2013
bandara husein sastranegara

JAKARTA (beritatrans.com) – Perluasan terminal Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, dipastikan belum bisa dimulai November 2013. Mundurnya rencana pengembangan terminal itu diakibatkan oleh aspek legalitas yakni belum tuntasnya proses perizinan untuk penggunaan lahan TNI AU.

“Proses aspek legalitas memang tidak sederhana karena harus berkoordinasi antarinstansi, termasuk TNI AU, Mabes TNI, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan. Membutuhkan waktu dan pembahasan lebih intensif sehingga aspek legalitas betul-betul pas,” ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri Sunoko, kepada beritatrans.com, Selasa (29/10/2013).

Dia menegaskan pada prinsipnya manajemen PT Angkasa Pura II sudah siap untuk menggelar tender pembangunan bandara. Bahkan, proses final basic design masih terus diselesaikan. “Karenanya, kami harapkan aspek legalitas itu segera bisa diselesaikan, sehingga kami bisa segera tender dan memulai pekerjaan fisik,” tuturnya.

Dengan terminal dan apron baru berbiaya Rp162 miliar itu maka kapasitas bandara akan mampu menampung sekitar 3 juta penumpang/tahun. “Itu untuk menampung pertumbuhan penumpang sampai dengan tahun 2017. Rencananya memang pembangunan dimulai November/Desember 2013. Saat ini progres penyelesaian final basic design,” jelasnya.

Tri Sunoko mengutarakan terminal yang akan diperluas menjadi 6.100 meter persegi dengan kapasitas penumpang 4.111 penumpang per hari itu sudah mendesak dibangun. Daya tampung terminal eksisting tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang.

Pada tahun 2012, dia mengungkapkan pertumbuhan penumpang mencapai 97,5% ke angka 1,8 juta penumpang setahun, terdiri dari 1,2 juta penumpang domestik, dan 600.000 penumpang internasional.

Tetapi, daya tampung terminal hanya 903 penumpang per hari, dengan luas lahan 3.000 meter persegi. Dengan demikian, sudah over capacity dan berisiko terhadap level of service. Sedangkan pergerakan pesawat pada 2012 tumbuh 70,1% menjadi 17.529 penerbangan, di mana penerbangan domestik 12.494 kali dan internasional 5.035 kali.

SEMENTARA
Direktur Utama PT Angkasa Pura II mengutarakan terminal tambahan itu sifatnya hanya sementara. “Karena kami akan membangun bandara baru pengganti Bandara Husein yakni di Kertajati, Majalengka. Pembangunan bandara baru ini bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat,” tuturnya.(agus w).