Angkasa Pura 2

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko:

Terminal Baru Bandara Raja Haji Fisabililah Siap Dioperasikan

BandaraTuesday, 29 October 2013

JAKARTA (beritatrans.com) – Terminal baru Bandara Raja Haji Fisabililah, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, dalam finishing dan segera dioperasikan November 2013.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri Sunoko, mengemukakan terminal baru berkapasitas 1.200.000 penumpang per tahun naik 400 persen dari kapasitas sebelumnya tersebut tinggal pekerjaan teknis tergolong ringan saja yang masih sedang dikerjakan di bandara yang sebelumnya bernama Bandara Kijang itu.

“Dalam beberapa hari mendatang bisa dituntaskan pekerjaannya. Selain itu, masih dilakukan penataan untuk para tenant (penyewa ruang komersial). Kalau semua urusan itu dituntaskan maka terminal baru dengan luas 7.900 meter persegi itu sudah siap diresmikan dan dioperasikan,” ungkap Tri Sunoko kepada beritatrans.com, Selasa (29/10/2013).

Dia menegaskan pembangunan terminal baru tersebut merupakan bagian dari upaya besar PT Angkasa Pura II menggenjot kualitas dan kuantitas pelayanan kepada publik pengguna jasa. Di samping itu, pembangunan terminal baru yang akan meningkatkan mobilitas manusia dan barang tersebut akan ikut menjadi bagian dari infrastruktur menggenjot perekonomian Tanjung Pinang dan Provinsi Kepulauan Riau.

RP 100 MILIAR
Secara terpisah, General Manager Bandara Raja Haji Fisabililah, Suriawan Wakan, mengemukakan terminal baru menyerap biaya sekitar Rp100 miliar tersebut akan menggantikan terminal lama yang seluas 1.200 meter persegi dan berkapasitas 300.000 penumpang/tahun.

“Nanti bila terminal baru dioperasikan, penumpang akan diantar menggunakan bus khusus appron karena appron masih menggunakan gedung lama. Kami akan membangunnya mulai awal tahun 2014,” jelasnya.

Saat ini, sedang dibahas di kantor pusat PT Angkasa Pura II untuk membangun gedung kargo, gedung operasi, gedung administrasi, pembangunan aksesbilitas terminal dan gedung airport maintanance.

RUNWAY & BUKIT
Sedangkan untuk perpanjangan runway agar bisa melayani pesawat kelas NG, dia menjelaskan sudah dilaksanakan. “Sudah diperpanjang 250 meter dari panjang semula 2.006 meter. Hanya landasan yang sudah diperpanjang, tidak bisa dideclare karena masih ada bukit di ujung landasan,” ungkap Suriawan Wakan.

Pihak Pemerintah Provinsi Kepulauran Riau, yang memiliki kewajiban untuk memotong bukit tersebut, belum bisa menuntaskan sisa 30 persen badan bukit karena belum dianggarakan di APBD tahun 2013 dan 2014.

JALAN & AIR STRIP
Demikian juga untuk perluasan lahan air strip belum dilakukan oleh Pemerintah Kota Tanjung Pinang karena lahan belum tuntas dibebaskan. “Pembebasan lahan juga belum diselesaikan untuk jalan akses ke bandara. Karenanya baru satu jalan baru yang bisa dibangun,” tutur General Manager Bandara Raja Haji Fisabililah.

Suriawan Wakan mengungkapkan lahan untuk jalan baru belum dibebaskan seluruhnya. Kalaupun nanti dioperasikan, baru satu jalur saja yang bisa digunakan. “Karena itu, akses masih juga menggunakan jalan lama,” ujarnya.

MASKAPAI
Mengenai maskapai yang beroperasi di bandara tersebut, dia mengutarakan baru Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink dan Sky Air. Sebagian besar rutenya ke Bandara Soekarno – Hatta.

“Dalam diskusi panel dengan 10 maskapai, ada minat dari dari Air Asia, Express Air dan Citilink untuk memberikan melayangi penerbangan ke Bandara Raja Haji Fisabililah. Kalau terminal baru beroperasi, akses jalan dan appron sudah dibangun dan dipergunakan, maka semakin banyak maskpai berminat terbang ke sini,” ungkapnya.(agus w).