Angkasa Pura 2

Direktur Utama Tommy Soetomo

PT Angkasa Pura I Bangun Terminal Private Jet, Resort & Pelabuhan Marina di Bandara Ngurah Rai

BandaraRabu, 30 Oktober 2013
maket ngurah rai

JAKARTA (beritatrans.com) – Manajemen PT Angkasa Pura I sedang membangun terminal private jet di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.  Pembangunan terminal ini akan selesai pada Desember 2013, lalu segera dioperasikan melayani pesawat-pesawat jet pribadi.

“Demand-nya bagus. Selama ini, kami juga melayani private jet. Hanya saja bercampur dengan penerbangan reguler. Kami ingin memberikan pelayanan khusus dan tidak bercampur dengan penerbangan reguler,” ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo, kepada beritatrans.com, Rabu (30/10/2013).

Dia mengungkapkan selama ini banyak jet pribadi, terutama milik orang-orang kaya di Indonesia, parkir di Bandara Changi, Singapura.  “Sayang banget. Di samping devisa kita terbuang, juga kita tidak memanfaatkan potensi itu. Karenanya, kami membangun terminal private jet dengan biaya Rp21 miliar. Lagi dikerjakan. Insya Allah, Desember ini kelar,” ungkapnya.

Mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II tersebut mengungkapkan terminal jet pribadi itu tergolong pertama di bandara Indonesia.  “Seiringan dengan penyediaan fasilitas terminal tersebut, kami juga akan membangun resort mewah dan pelabuhan marina, sehingga one stop service.  Pengguna jet pribadi tidak perlu lagi mencari penginapan atau kapal untuk plesir,” jelasnya.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura I Gunawan Agus Subrata

RESORT & MARINA

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura I Gunawan Agus Subrata menambahkan terminal private jet ini dikelola salah satu anak perusahaan PT Angkasa Pura I dan bekerjasama dengan Execu Jet, operator terminal dan penerbangan charter Swiss. “Pihak swsata asing ini juga berkewajiban men-drive demand,” ujarnya.

Selain terminal, Gunawan Agus Subrata mengemukakan PT Angkasa Pura I juga membangun appron, taxiway, parkir dan akses ke luar dengan biaya Rp110 miliar. “Untuk pembangunan resort dan marina tentu besar biayanya. Fasilitas ini dibangun  tahun 2014,” ujarnya.

Mengenai akses jalan ke lokasi terminal dan resort tersebut, dia mengungkapkan lahannya akan dibebaskan dan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Pihak pemda tingkat II ini memang amat bersemangat karena dari jalan baru itu akan mendapat manfaat secara ekonomis.

“Misalnya, harga tanah menjadi mahal, nilai pajak bumi dan bangunan (PBB) menjadi naik, dan mereka juga dapat memanfaatkan jalan menjadi area komersial seperti untuk pemasangan iklan.  Belum lagi, pasti investor lain akan tertarik sekali untuk membangun properti di sekitar jalan baru tersebut,” jelasnya. (agus wahyudin).

 

loading...