Angkasa Pura 2

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II DR Laurensius Manurung:

Hingga Triwulan III Tahun 2013, Laba PT Angkasa Pura II Rp1,269 Triliun

BandaraJumat, 1 November 2013
bandara soetta

JAKARTA (beritatrans.com) – Manajemen PT Angkasa Pura II menyabet laba diperkirkan jumlahnya mencapai Rp1,269 triliun selama triwulan III tahun ini. Pendapatan dan keuntungan hingga September 2013 itu terbesar disumbang Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC).

Kepada beritatrans.com, Jumat (1/11/2013), Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II DR Laurensius Manurung mengungkapkan laba triwulan III itu 10 persen di atas target yang dipatok Rp1,115 triliun.

“Kami bersyukur atas peraihan laba tersebut. Kami bersyukur kepada seluruh pegawai. Kami juga berterima kasih kepada Infobank, yang memberikan Award sebagai BUMN Kebandarudaraan Terbaik dalam hal kinerja keuangan perusahaan,” ungkapnya.

Laurensius Manurung mewakili PT Angkasa Pura II menerima penghargaan Peringkat I Kategori BUMN Industri Non Keuangan Sektor Bandar Udara dari Staf Ahli Bidang Kelembagaan Kementerian BUMN Bagus Rumbogo dalam acara Infobank BUMN Awards 2013, malam ini di Hotel Mulia, Jakarta, kemarin.

Mengenai pendapatan selama triwulan III tahun 2013, dia mengutarakan sekitar Rp3,1 triliun. Pendapatan ini diberikan sektor aeronautika, terutama PJPU, sekitar Rp2,03 triliun, non aeronautika Rp900 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp202 miliar.

Dia menegaskan pendapatan dan laba tetap tinggi walau jasa pelayanan udara tidak lagi menjadi salah satu sumber pendapatan PT Angkasa Pura II. sumber pendapatan itu dihapus setelah jasa pelayanan udara menjadi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI). Selama ini, jasa pelayanan udara berkontribusi sekitar Rp150 miliar sampai Rp200 miiliar per tahun.

TAHUN 2012
dibandingkan kinerja tahun 2012, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II menjelaskan dengan periode yang sama yakni triwulan III realisasinya Rp1,4 triliun. Sedangkan selama tahun 2012 didapat Rp1,64 triliun.

“Kinerja keuangan itu masih memasukkan pendapatan dari jasa pelayanan udara. Tetapi kita bisa persandingkan dengan triwulan III tahun ini, terlihat bahwa pengaruh pendapatan dari jasa pelayanan udara itu terbilang kecil,” tegasnya.

Sepanjang tahun 2012, PT Angkasa Pura II, yang mengelola bandara komersial di kawasan barat Indonesia itu, membukukan pendapatan usaha Rp3,99 triliun atau naik 14,35% dibandingkan dengan 2011 sebesar Rp3,49 triliun.

BONUS
Mengkilatnya kinerja keuangan perusahaan yang dipimpin Tri Sunoko tersebut, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II menegaskan juga akan dinikmati oleh pegawai. “Kalau disetujui oleh RUPS, maka kami akan kembali memberikan bonus atau jasa produksi kepada karyawan. Soal berapa besar jumlahnya, itu rahasia. Kalau aku ungkap sekarang rencana besarran jasa produksi, wah aku bisa diuber-uber pegawai,” ujarnya sambil tertawa.

Didesak berapa jumlah jasa produksi yang diberikan kepada pegawai pada tahun 2012, dia menolak untuk mengungkapkannya. “Ya pokoknya kira-kira lima kali gaji. Totalnya berapa? Ya itu juga rahasia,” cetusnya juga dengan tertawa.

5 KRITERIA
Mengenai award dari Infobank, Laurensius Manurung menyatakan: “Penghargaan ini merupakan pengakuan positif dari publik terhadap kinerja bagus yang ditunjukkan PT Angkasa Pura II”.

Penilaian Biro Riset Infobank mencakup 5 kriteria yakni pertumbuhan aset, penjualan, dan laba serta rasio keuangan seperti efisiensi, rentabilitas, likuiditas, dan solvabilitas.

Adapun berdasarkan penilaian terhadap kriteria-kriteria tersebut, PT Angkasa Pura II berhasil meraih nilai total 92,61 sehingga mendapat predikat Sangat Bagus.

Biro Riset Infobank mencatat hanya 62 perusahaan BUMN yang masuk dalam kategori Sangat Bagus, dari 126 perusahaan BUMN yang dinilai. Dari 62 daftar Sangat Bagus itu, PT Angkasa Pura II berada di peringkat ke-29.(agus wahyudin).