Angkasa Pura 2

Pelindo II Monopoli Bongkar Muat di Pelabuhan Teluk Bayur

DermagaSenin, 4 November 2013
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jakarta (Beritatrans.com) — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II terbukti telah melakukan monopoli terhadap pelayanan dan berbagai aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur.

“Selain itu memerintahkan kepada terlapor (pelindo II) membayar denda sekitar Rp 4 miliar yang harus disetorkan ke kas negara sebagai denda melalui bank pemerintah,” ujar Wakil Ketua KPPU Saidah Sakhwan di Gedung KPPU, Senin (4/11/2013).

KPPU menilai, selama ini Pelindo II dalam menjalankan bisnisnya selalu melakukan perjanjian tertutup dengan beberapa perusahaan pengguna pelabuhan Teluk Bayur.

Awalnya, kata Saidah, perkara ini merupakan inisiatif KPPU. “Pada tahun 2003 sudah ada perjanjian tertutup oleh Pelindo II. Setelah itu kok perjanjian ini masih berlangsung, akhirnya kita melakukan inisiatif penyelidikan di Teluk Bayur.

KPPU mencatat ada perjanjian tertutup dengan 20 perusahaan yang didalamnya terdapat perjanjian dengan perusahaan BUMN lainnya seperti Antam dan Semen Padang. Dalam keputusannya, Majelis KPPU meminta Pelindo untuk menghapus perjanjian-perjanjian tertutup itu dan membiarkan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) lain untuk turut berpartisipasi.

“Kita minta seluruh perjanjian itu dibatalkan jadi tidak ada klausul penyewa lahan memakai jasa Pelindo II dibuka saja. Perjanjian sewa lahan sendiri, PBM sendiri,” jelas Saidah. ¬†Usai keputusan ini maka pihak Pelindo II diberi waktu setidaknya 14 hari untuk mengajukan keberatan terhadap putusan majelis ke Pengadilan Negeri (PN). (yfent)