Angkasa Pura 2

Gelombang Ganas Melanda Selat Sunda, Empat Kapal Karam

DermagaSenin, 18 November 2013
karam

BANTEN – Gelombang di Selat Sunda beberapa hari terakhir ini mengganas. Setidaknya, memakan empat kapal yang melintas di perairan wilayah Banten-Lampung itu karam. Tingginya gelombang laut tersebut disebabkan angin kencang yang disertai hujan deras, sekitar pukul 13.30 WIB.

Empat kapal yang karam itu antara lain sebuah kapal tanker bernama MT NSL-IV Pontianak, yang tengah lego jangkar di tengah laut Merak terdampar akibat dihantam gelombang di Pantai Urugan, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten.

Sementara itu, tiga buah kapal pengeruk yang tengah beroperasi di Dermaga I Pelabuhan Merak juga terhempas di sekitar Terminal Terpadu, Merak, akibat dihantam gelombang tinggi.

“Kami masih berkoordinasi dengan pihak pemilik kapal tanker MT NSL-IV Pontianak yang milik Pertamina. Dia mengatakan, pihaknya baru berani mengevakuasi empat kapal itu jika cuaca membaik,” jelas Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Nafri, Minggu (17/11/2013).

Menurut dia, kalau dilihat dari benderanya itu milik Pertamina. Namun saat ini sedang kita hubungi Pertamina agar segera di evakuasi.

Pantauan Beritatrans.com hingga menjelang Magrib, sejumlah anak buah kapal (ABK) tampak sedang berupaya menyelamatkan kapal meski kondisi cuaca masih buruk.

Nafri mengakui, cuaca ekstrem di Selat Sunda mengganggu arus lalu lintas kapal laut. Akibat gelombang tinggi dan angin kencang, banyak kapal sulit bersandar di Dermaga Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Kondisi itu berimbas pada lalu-lintas laut penyeberangan antara Pelabuhan Merak, Banten dan Pelabuhan Bakauheuni, Lampung. Tetapi, beruntung arus hilir mudik kapal laut sedang normal antarpelabuhan itu.

“Untungnya, kondisi pelabuhan saat ini sedang normal, jadi tidak terjadi antrean truk. Biasanya kapal ferry untuk sandar di dermaga hanya membutuhkan 30 menit, tetapi dengan kondisi saat ini bisa mencapai 1 jam,” ujar Manager Usaha Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Nana Sutisna.

Dia menambahkan, cuaca buruk ini sudah terjadi sejak subuh. Ketinggian ombak mencapai 1 hingga 1,5 meter, dengan kecepatan angin 15 sampai 20 knot di sekitar pelabuhan.  Akibat cuaca buruk mengakibatkan dermaga 4 dan 5 Pelabuhan Merak tidak dapat dipakai.

“Untuk dua dermaga tersebut kita melihat kondisinya saja, dan operasinya tidak optimal. Akan tetapi kita percepat pelayanan agar tidak terjadi antrean saat ini kita operasikan kapal 25 kapal, dan kondisi pelabuhan juga kosong,” jelas Nana. (tifa/machda)

 

 

loading...