Angkasa Pura 2

Airport Hope (3)

Bandara Kertajati Majalengka Diharapkan Beroperasi Mulai Tahun 2016-2017

BandaraJumat, 29 November 2013
master plan 1

BOGOR (beritatrans.com) – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meminta PT Angkasa Pura II menjadi operator Bandara Kertajati, Majalengka. Permintaan itu disanggupi dan segera ditindaklanjuti oleh BUMN tersebut dengan membentuk anak perusahaan, yang akan bekerjasama dengan BUMD milik Pemprov Jawa Barat dalam mengelola bandara baru itu.

“Kami sudah dipanggil dan menghadap Bapak Gubernur Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Pak Gubernur meminta kami menjadi operator Bandara Kertajati bersama BUMD, yang akan dibentuk oleh Pemprov Jawa Barat,” ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko kepada beritatrans.com usai shalat Jumat (29/11/2013).

Dengan skema penunjukan langsung oleh Pemprov Jawa Barat seperti itu, dia mengemukakan maka bisa dipahami bahwa Bandara Kertajati kelak menjadi pengganti Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

“Karena kalau bukan sebagai bandara pengganti dan Bandara Husein tetap beroperasi, maka ada kewajiban bagi Pemprov Jawa Barat untuk menggelar tender. Jadi penunjukan langsung ini modelnya mirip dengan Bandara Kualanamu yang menggantikan Bandara Polonia,” tuturnya.

Sejauh ini, Tri Sunoko mengungkapkan pihak Pemprov Jawa Barat masih terus membebaskan lahan. Selain itu, Ditjen Perhubungan Udara sudah memulai persiapan untuk pembangunan sisi udara antara lain runway. “Pak Gubernur berharap tahyun 2016-2017 bandara tersebut sudah beropperasi. Artinya tahun 2014, pembangunan fisik mesti dimulai,” ujarnya.

Posisi PT Angkasa Pura II sebagai operator bandara itu akan diwakili oleh anak perusahaan, yang saat ini masih dalam proses pembentukan. “Jadi anak perusahaan ini yang akan bekerjasama dengan BUMD dalam membangun dan mengelola bandara. Kalau berapa besar investasinya, silakan tanya ke Direktur Pengembangan Kebandarudaraan & Teknologi,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Kebandarudaraan & Teknologi PT Angkasa Pura II Salahudin Rafi mengutarakan belum bisa membuka angka investasi dan sumber finansial untuk membangun dan mengelola bandara tersebut.

“Tim kami masih mengkalkulasi. Tetapi berapa pun besarnya kebutuhan investasi, kami siap,” tegasnya dalam sharing session di Rapat Kerja Beritatrans.com dan Bekasibusiness.com, beberapa waktu lalu. (agus wahyudin).

loading...