Angkasa Pura 2

Pemerintah Anggarkan Rp400 Miliar Bangun BRT di Enam Wilayah

KoridorJumat, 29 November 2013
bus-29

JAKARTA  (beritatrans.com) — Pemerintah pada tahun anggaran 2014 menyediakan dana untuk pembangunan sarana transportasi massal berbasis bus (Bus Rapid Transit – BRT) di enam kota.

Bambang Prihartono Direktur Direktorat  Transportasi Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) usai seminar Kereta Perkotaan “Kereta Api Jalur Layang” di Jakarta, Kamis (28/11/2013), mengungkapkan, ke enam wilayah tersebut adalah, Mebidanro (Medan, Binjai, Deliserdang dan Kabupaten Karo), Bandung Raya.

Selain itu, Serbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan), Maminaros (Makassar, Maros, Sunggu Minasa, dan  Takalar), Gerbang Kertasusila. (Gesik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongany) serta Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).

Dana tersebut, kata Bambang, akan dibeli bus yang akan dibagikan kepada kota-kota tersebut. Jumlahnya tidak sama bagi setiap kota.

Untuk merealisasikan program ini, jelas Bambang, tergantung kemauan kepada daerah. “Kalau kepala daerahnya memiliki kemauan, program ini bisa terealisasikan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, Kota Surabaya dan kota – kota sekitarnya (Gerbang Kertasusila) sudah siap untuk melaksanakan. ” Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini, sudah menyatakan siap untuk penerapan angkutan massal BRT,” jelasnya.

Program angkutan massal berbasis bus di enam wilayah tersebut semua akan dilaksanakan mulai tahun 2014. “Namun yang paling siap adalah Surabaya,” katanya.

Selain menyiapkan angkutan massal berbasis bus, pemerintah juga sedang mempersiapkan masterplan angkutan massal kereta api di enam wilayah itu. “Persiapan masterplan dibutuhkan waktu dua sampai lima tahun, sehingga belum diketahui berapa besar anggarannya,” jawab Bambang ketika ditanya dana untuk pembangunan sarana transportasi berbasis kereta api.
Untuk menyiapkan  sarana trasnportasi di perkotaan, pemerintah akan bekerjasama dengan swasta.
“Nantinya  transportasi di kota – kota tersebut bisa terkoneksi, sehingga memudahkan masyarakat,” tuturnya. (santi/machda)