Angkasa Pura 2

Airport Hope (4)

Terminal Baru Bandara Husein Sastranegara Dibangun Januari – Februari 2014

BandaraJumat, 29 November 2013
raker beritatrans_Page_49

JAKARTA (beritatrans.com) – Sekitar Januari – Februari 2014, pekerjaan fisik pengembangan terminal Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, sudah bisa dimulai. Saat ini, proses masih tender.

Kepada beritatrans.com usai shalat Jumat (29/11/2013), Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengemukakan setelah proses tender dituntaskan, maka pekerjaan fisik dimulai. Pekerjaan fisik ini diharapkan tuntas beberapa bulan.

Kepastian pengembangan terminal tersebut, dia mengutarakan setelah dituntaskan persoalan perizinan dari TNI, termasuk dari TNI AU dan Lanud Husein Sastranegara. “Karena lahan bandara merupakan milik TNI AU. Karena itu, kami amat berterima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Panglima TNI, Kepala Staf TNI AU dan Komandan Lanud Husein atas diberikannya izin tersebut,” tuturnya.

Meski demikian, dia mengakui penggunaan lahan Lanud sebagai Bandara Husein Sastranegara akan berakhir bila Bandara Kertajati, Majalengka, dioperasikan sebagai pengganti Bandara Husein Sastranegara.

RP320 MILIAR
Sebelumnya Direktur Pengembangan Kebandarudaraan & Teknologi PT Angkasa Pura II Salahudin Rafi saat sharing di Rapat Kerja Beritatrans.com dan Bekasibusiness.com, beberapa waktu lalu, mengemukakan pengembangan Bandara Husein Sastranegara diprogramkan menyerap dana Rp320 miliar.

Proses final basic design masih terus diselesaikan. “Karenanya, kami harapkan aspek legalitas itu segera bisa diselesaikan, sehingga kami bisa segera tender dan memulai pekerjaan fisik,” tuturnya.

Dengan terminal dan apron baru maka kapasitas bandara akan mampu menampung sekitar 3 juta penumpang/tahun. “Itu untuk menampung pertumbuhan penumpang sampai dengan tahun 2017. Rencananya memang pembangunan dimulai November/Desember 2013. Saat ini progres penyelesaian final basic design,” jelasnya.

Salahudin Rafi mengutarakan terminal yang akan diperluas menjadi 6.100 meter persegi dengan kapasitas penumpang 4.111 penumpang per hari itu sudah mendesak dibangun. Daya tampung terminal eksisting tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang.

Pada tahun 2012, dia mengungkapkan pertumbuhan penumpang mencapai 97,5% ke angka 1,8 juta penumpang setahun, terdiri dari 1,2 juta penumpang domestik, dan 600.000 penumpang internasional.

Tetapi, daya tampung terminal hanya 903 penumpang per hari, dengan luas lahan 3.000 meter persegi. Dengan demikian, sudah over capacity dan berisiko terhadap level of service. Sedangkan pergerakan pesawat pada 2012 tumbuh 70,1% menjadi 17.529 penerbangan, di mana penerbangan domestik 12.494 kali dan internasional 5.035 kali.(agus wahyudin).

loading...