Angkasa Pura 2

KMP Sardinela Layani Rute Timika-Aru-Saumlaki Maluku

DermagaSabtu, 30 November 2013
sardinela

Jakarta (beritatrans.com) — Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono meresmikan pengoperasian Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sardinela yang melayani rute Pelabuhan Paumako Timika-Dobo Kepulauan Aru hingga Saumlaki Maluku Tenggara Barat.

Dengan diresmikannya pengoperasian KMP Sardinela maka program angkutan penyeberangan sabuk selatan yang dimulai dari Sabang Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hingga Merauke Papua seluruhnya sudah tersambung, kata Bambang, kemarin.

“Warga bisa melakukan perjalanan darat dari Sabang hingga Merauke ataupun sebaliknya. Sabuk merupakan perekat bagi kita semua agar selalu utuh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa yang kita lakukan ini dalam rangka memperkuat konektivitas antarpulau dan daerah di Indonesia,” kata Wamenhub dalam sambutannya.

Ia berharap jajaran LLASDP meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Jika saat ini KMP Sardinela melayani rute penyeberangan Timika-Dobo-Saumlaki seminggu sekali maka ke depan frekuensi pelayaran kapal tersebut diharapkan dapat ditingkatkan.

“Harapan kami tidak hanya tersambung, tetapi kualitas kita sebagai satu bangsa dan masyarakat Indonesia bisa lebih dekat dengan terhububungnya sabuk selatan ini,” ujar Wamenhub.

Wamenhub juga minta awak KMP Sardinela agar mengelola kapal baru tersebut dengan baik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa.  KMP Sardinela merupakan kapal baru dibangun di perusahaan galangan kapal milik PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia di Surabaya.

Pembangunan kapal ini memakan waktu selama dua tahun (2011-2012) dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp33,896 miliar.

Kapal ini memiliki panjang 56 meter, lebar 14 meter, berbobot 750 gros ton dengan kapasitas penumpang sebanyak 196 orang dan 25 unit kendaraan.

Kecepatan maksimum kapal ini 12 knot. Kapal ini nantinya dioperasikan oleh sebuah perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan mendapat subsidi dari Pemerintah Pusat melalui APBN dalam pengoperasiannya.(yfent)