Angkasa Pura 2

Meski Harga Avtur Melambung

AirAsia Tak Naikkan Harga Tiket

KokpitSelasa, 3 Desember 2013
air

Johor (beritatrans) — Meski terimbas oleh lemahnya nilai rupiah, Manajemen AirAsia tak berniat merubah target bisnis penerbangannya di Indonesia.

Director of Commercial AirAsia Dato Bernard Francis menyebut memang rupiah sempat bertengger di level Rp12.000 per dolar AS dan kini mulai menguat Rp11.700 per dolar AS, namun operasional AirAsia jalan terus seperti yang sudah ditargetkan.

Menurutnya, apa yang dihadapi Indonesia atas anjloknya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merupakan tantangan tersendiri bagi industri domestik dan ancaman bagi AirAsia. Sebab Jakarta, Indonesia, merupakan pasar yang sangat prospektif.

“Devaluasi Rupiah terhadap dolar AS mencapai 20 persen. Ini tidak bagus buat Indonesia. Belum lagi harga avtur melambung tinggi, sebagai akibat harga minyak mentah yang terus meningkat,” ungkapnya, Selasa (3/12 ).

Namun, lanjut Dato Bernard Francis, yang menjadi masalah sebenarnya bukan harga avtur. Tetapi currency exchange 2013 rupiah terhadap dolar AS yang menurun sekitar 20 persen. “Pelemahan rupiah bisa mempengaruhi biaya pembelian avtur. Ini tidak bagus dan menjadi ancaman bagi kami.”

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tidak akan menaikkan harga jual tiket mengatasi masalah itu. “Tidak. Kami tidak akan menaikan harga tiket pesawat. Di mana kami tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada. Kami pun tidak akan mengubah target pasar,” tegasnya.

Ia menyebut AirAsia malah akan terus menaikan demand. Tetapi di sisi lain, kalau harga tiket naik, mereka tidak mau membeli tiket. “Karenanya, kami berpegang teguh kepada filosofi perusahaan. Bahwa orang semua suka travel. Kami terus bekerja keras agar orang melakukan traveling. Kami terus menstimulisasi pasar dengan berbagai destinasi yang menarik,” katanya.(yfent)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari