Angkasa Pura 2

Swastanisasi 10 Bandara di Daerah

Investor Akan miliki 51% Saham Bandara Yang Ditawarkan

BandaraRabu, 4 Desember 2013
tjilik riwut

JAKARTA (beritrans.com) — Kementerian Perhubungan telah menawarkan 10 bandara di dalam negeri untuk dikelola pihak swasta dan investor asing. Sebagai kompensasi, investor tersebut akan memiliki 51 persen saham bandara terkait.

Selain itu, ada prasyarat tambahan yakni perusahaan yang mengelola bandara, harus mencatatkan sahamnya di bursa. Dengan begitu pemerintah bisa berpotensi membeli kembali bandara jika pengelolaannya tidak baik.

“Investor tersebut harus membuat perusahaan terbuka di dalam negeri dengan saham 51 persen tetap milik lokal,” ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Rabu (4/12).

Menurut Bambang, kerjasama tersebut yang nantinya tergabung dalam Badan Usaha untuk Bandar Udara (BUBU) dengan menggunakan skema kerja sama pemerintah swasta (KPS/public private partnership).

Saat ini tercatat sudah beberapa pihak yang tertarik diantara dari dalam negeri yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, Garuda Indonesia dan Lion Air. “Sepuluh bandara ini telah dikaji secara matang oleh pemerintah, yang meliputi potensi pertumbuhan penumpang, potensi pariwisata dan bisnis di daerah tersebut,” ujar Bambang.

Kesepuluh bandara yang siap menjadi swastanisasi oleh pemerintah adalah Raden Intan II (Lampung), Mutiara (Palu), Sultan Babullah (Ternate), Komodo (Labuhan Bajo), Sentani (Jayapura), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Juwata (Tarakan), Fatmawati (Bengkulu), Hananjoeddin (Tanjung Pandan) dan Matahora (Wakatobi).(yfent)