Angkasa Pura 2

Kereta Api Tabrakan, Ratusan Orang Jadi Korban

EmplasemenSenin, 9 Desember 2013
tabarak kereta

JAKARTA (beritatrans.com) – Kecelakaan kereta kembali terjadi. Kali ini kereta api nomor KA 1131 jurusan Serpong ke Tanah Abang, Jakarta, menabrak truk tangki elpiji, di perlintasan pintu kereta api Pesanggrahan, Bintaro, Jakarta Selatan, sekitar pukul 11.23 WIB, Senin (9/12/2013).
Akibat tabrakan tersebut, truk bermuatan elpiji tersebut terbakar dan meledah api pun membumbung tinggi membakar gerbong pertama, sementara gerbong bagian depan anjlok. Ratusan orang diduga menjadi korban dalam kejadian tabrakan kereta listrik tersebut.
Petugas operator Polres Jakarta Selatan, Saipul menginformasikan, dari informasi awal petugas yang melakukan pendataan, ada 30 korban yang diduga telah meninggal dalam kejadian itu.
“Ini masih kami data langsung dari kejadian. Ada informasi, korban yang sudah dievakuasi sudah 30 orang,” kata Saipul.
Humas PT KAI, Eva Chairunisa menyatakan, dalam tragedi ini tiga gerbong kereta di bagian depan anjlok setelah kereta menabrak truk tangki. Namun hingga berita ini diturunkan pihaknya belum tahu pasti berapa jumlah korban jiwa. Tim kami sudah menuju lokasi.
Suasana panik terasa di gerbong delapan yang merupakan gerbong khusus wanita ketika KRL bertabrakan dengan truk tangki BBM Pertamina. Penumpang yang pada saat itu panik seketika pecahkan kaca, penumpang gerbong wanita keluar lewat jendela Gerbong ini bersebelahan dengan ruang masinis yang mengoperasikan kereta. Gerbong ini menderita kerusakan paling parah.
Sesaat setelah tabrakan terjadi, penumpang gerbong wanita langsung memecahkan kaca untuk keluar. Mereka memecahkan dengan berbagai alat. Penumpang kemudian berebutan keluar melalui jendela yang telah pecah.
“Penumpang pecahin kaca dan keluar lewat jendela,” ujar Lia, penumpang di gerbong tujuh KRL commuter line jurusan Serpong-Tanah Abang, seperti dilansir detikcom, Senin (9/12/2013).
Lia naik kereta dari Rawabuntu untuk pergi ke rumah ibunya di Manggarai. Penumpang gerbong delapan berebut keluar setelah kaca dipecahkan. Sedangkan di gerbong tujuh, karena pintu terbuka, penumpang lompat dari kereta.
Lia tidak mengalami luka-luka. Namun ponselnya terpental sebelum sempat diraihnya kembali. Kini, Lia menumpang taksi menuju ke rumah ibunya. “Saya masih shock,” kata ibu rumah tangga ini. (santi/machda)