Angkasa Pura 2

Citilink Indonesia Revisi Jumlah Penumpang jadi 5 Juta

KokpitRabu, 11 Desember 2013
citilink

JAKARTA (beritatrans.com) — Maskapai berbiaya murah (low cost carriers/LCC) PT Citilink Indonesia akan merevisi jumlah penumpang angkutan udara menjadi 5 juta di 2013 atau turun dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebanyak 6 juta konsumen.

Penurunan itu disebabkan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengoperasikan pesawat baling-baling (propeller). “Ini sebagai strategi Garuda Group,” ujar Direktur Utama Citilink Indonesia Arif Wibowo, kemarin.

Citilink Indonesia menargetkan penumpang angkutan udara sebanyak 8 juta penumpang. Penaikan itu sesuai rencana penambahan delapan unit pesawat Airbus A320 mulai Juni 2014. Hingga akhir 2014, Citilink Indonesia akan mengoperasikan 32 unit pesawat Airbus A320.

Arif yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Indonesian National Air Carriers Assosiation (INACA) mengungkapkan, Kementerian Perhubungan juga merevisi tarif batas atas penerbangan. Perubahan tersebut mempertimbangkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Depresiasi nilai tukar rupiah membebani pengeluaran maskapai penerbangan hingga 21%. Hal itu disebabkan biaya operasional airline 70% menggunakan mata uang AS. “Pengeluaran untuk bahan bakar pesawat sekitar 40%-50%, sisanya pembayaran rental, suku cadang, dan perawatan (maintenance),” katanya.

Asumsi industri penerbangan untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sekitar Rp9.500-Rp10.000 di 2013.

Ia mengharapkan Kementerian Perhubungan merevisi tarif batas atas penerbangan di tahun ini mengingat beban maskapai yang besar pasca pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Untuk peak season diharapkan maskapai bisa lebih menaikkan tarif di Natal 2013 dan Tahun Baru 2014,” kata dia. (yfent)