Angkasa Pura 2

Ribuan Pekerja Pabrik Mobil Terancam Nganggur

General Motor Hengkang dari Australia, Toyota Menyusul?

OtomotifRabu, 11 Desember 2013
pabrik holden

AUSTRALIA (beritatrans.com) — Manajemen General Motors Co. (GM) sepakat menghentikan produksi mobil dan mesin kendaraan bermotor dan diesel di Australia akhir 2017. Meski masih lama waktu yang ditentukan, namun nasib 2.900 pekerjanya dipastikan terancam, demikian dikutip dari Associated Press (AP), Rabu (11/12).

GM, pabrikan otomotif bermarkas di Detroit, Amerika Serikat itu mengambil opsi terburuk menyusul tinggi biaya produksi dan makin ketatnya kompetisi di ranah pabrikan otomotif di negara itu.

Keputusan pahit ini bisa jadi akhir pembuatan mobil di Australia mengingat industri semacam itu hanya memberikan kontribusi kecil bagi perkembangan bisnis lainnya di pasar Australia. Sebelum langkah GM ini, Toyota Motor Corp. mengumumkan akan mengkaji kembali bisnis masa depannya di Australia. Untuk itu 50.000 pekerja di industri mobil ini dalam kondisi was-was akan PHK.

GM Australia, Holden pernah mendominasi penjualan mobil di Australia, tapi kehilangan pangsa pasar untuk mobil impor. Setelah itu saingan Holden, Ford Motor Co, pada Mei 2013 juga mengumumkan akan mengakhiri produksinya pada 2016.

Dan Toyota adalah satu-satunya produsen mobil lain di Australia. Sebelumnya Australia memiliki 4 pabrik mobil sebelum Mitsubishi Motors Corp. juga tutup pada 2008 lalu.

Manajemen GM mengklaim pengumuman ini telah diantisipasi selama ebberapa bulan lalu. Dan kini pemerintah Australia telah berada di bawah tekanan untuk menawarkan peningkatan subsidi untuk suku cadang mobil kepada pabrikan ini untuk tetap membuka pabriknya di Australia.

“Keputusan GM ini mencerminkan ‘badai sempurna dari pengaruh negatif’ yang dihadapi industri otomotif Australia,” jelas Kepala Eksekutif GM Dan Akerson masih menurut laman AP.

Padahal ia menggambarkan Australia sebagai negara dengan pasar mobil yang paling kompetitif dan terfragmentasi di dunia. “Namun pelemahan dolar Australia, biaya produksi yang tinggi, dan populasi yang kecil membuat keputusan itu diambil,” tegas Akerson.

Holden sendiri telah memproduksi mobil di Australia selama 65 tahun dan masa depannya akan menjadi perusahaan penjualan, kata Akerson yang juga akan segera digantikan oleh Mary Barra pada 15 Januari.

Ketua GM Australia Mike Devereux mengatakan mobil GM yang dipasarkan Holdens akan terus dijual dan dilayani di Australia setelah 2017.

GM sendiri saat ini menjual Australia-built Chevrolet SS di Amerika Serikat. Lalu ada unit The V-8 muscle car 6.2-liter yang disebut Holden Commodore VF di Australia. “Membangun industri mobil di negara ini sayang tidak berkelanjutan,” jelas Devereux.

Sementara itu Menteri Perindustrian Ian Macfarlane terperanjat saat Devereux menelepon dan menyampaikan kabar penutupan pabrik GM. Macfarlane mengaku kecewa GM telah mengambil keputusan dini sebelum pemerintah memberikan analisa dan kebijakan lanjutan untuk mendorong industri mobil di negeri Kangguru itu.

Holden telah menerima bantuan dari pemerintah federal selama 11 tahun sebesar 1,8 miliar dolar Australia atau sekitar 1,6 miliar dolar AS atau kira-kira Rp16 triliun.

“Tugas Kementerian Perindustrian sama sulitnya dengan apa yang dilakukan Holden, tapi nampaknya memang sulit mempertahankan industri mobil di Austrlia,” jelas Macfarlane kepada pers.

Sementara itu pihak Toyota memberikan pendapatnya bahwa keputusan GM itu diluar kemampuan pabrikan itu ditengah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami kini membahas masalah serupa dengan suplier kami, para stakeholder utama dan juga pemerintah untuk menentukan langkah kami selanjutnya apakah kami akan terus beroperasi sebagai pabrikan tunggal di Australia,” jelas manajemen Toyota.

Serikat Pekerja Pabrik Australia (AMWU), yang mewakili hampir seluruh pekerja di indistri otomotif memprediksi Toyota juga akan menutup pabriknya di Australia. “Toyota telah berbicara dengan pekerjanya bahwa mereka tak akan selamat di Australia karena sulitnya memenuhi komponen bahan baku industri ini,” jelas Sekretaris AMWU Divisi Kendaraan Dave Smith kepada wartawan.

“Kenyataan ini akan menghilangkan pekerjaan 50.000 tenaga kerja disektor otomotif,” ujar Smith seraya menyalahkan kebijakan pemerintah yang minim memberikan subsidi bagi GM.

Sementara itu Perdana Menteri Warren Truss menyebut jumlah produksi mobil di Australia memang turun menjadi sepertiga persen dalam 6 tahun dari total mobil yang diproduksi 178.000 unit tahun lalu.

Truss menyatakan lebih dari 50 mobil tersedia untuk 23 juta orang. “Ketika rakyat Australia menginginkan mobil buatan lokal, kenyataannya mereka tak membelinya,” kata Truss.

GM, perusahaan otomotif multinasional yang bermarkas di Renaissance Center di Detroit, Michigan, Amerika Serikat memiliki bisnis di 157 negara di seluruh dunia dan mempunyai pabrik di 31 negara. Saat ini, GM termasuk produsen mobil terbesar di dunia yang terkenal dengan 10 merek mobil seperti Baojun, Buick, Cadillac, Chevrolet, GMC,J iefang, Holden, Opel,Wuling, dan Vauxhall.(yfent/AP)

loading...