Angkasa Pura 2

Abbot Minta Toyota Tetap Berproduksi di Australia

OtomotifJumat, 13 Desember 2013
pabrik Toyota

JAKARTA (beritatrans.com) — Pemerintah Australia meminta produsen kendaraan bermotor Toyota tidak hengkang dari negaranya mengikuti pabrikan yang sudah hengkang Mitsubshi (2008).

Permintaan langsung diungkap Perdana Menteri Tony Abbot. Abbot meyakinkan perusahaan ini agar melanjutkan industri manufakturnya di negara itu.

Sebelumnya Ford berendana pergi dari Australia 2016 dan Holden, anak perusahaan dari General Motors juga akan berhenti membuat mobil di Australia dari 2017.  Kini praktis, Toyota menjadi satu-satunya perusahaan produsen mobil yang masih beroperasi di negeri Kanguru itu.

Jika Toyota juga hengkang, akan ada ribuan orang lainnya di Australia yang kehilangan pekerjaan.
Sebelumnya, Toyota mengatakan keputusan Holden akan memberi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada produksi mobilnya di Australia. Toyota juga dikhawatirkan akan menutup pabriknya.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan ia telah berbicara dengan kepala unit Toyota Australia, Max Yasuda. “Jelas, pemerintah akan berbicara dengan Toyota. Kami ingin Toyota terus berproduksi di sini,”" kata Abbott kepada jaringan Channel Nine.

Abbot menambahkan, “Mereka berada dalam posisi yang sedikit berbeda daripada Holden. Banyak produksi mereka yang dibuat untuk diekspor. Tampaknya, Toyota telah jauh lebih terintegrasi secara lokal ke dalam operasi global perusahaan, daripada dengan Holden,” kata Abbott.

Sementara itu diketahui Holden juga menyalahkan penguatan mata uang Australia, kenaikan biaya produksi dan kecilnya pasar domestik sebagai alasan di balik keputusannya.

Nilai dolar Australia telah meningkat hampir 30% terhadap dolar AS selama lima tahun terakhir, membuat mobil buatan luar negeri jauh lebih murah bagi konsumen Australia.  Menurut berbagai perkiraan, hampir 85% dari mobil yang dijual di negara itu berasal dari luar negeri. (yfent/bbc)

loading...