Angkasa Pura 2

Seribu Perlintasan Liar Bahayakan Pengguna Jalan

EmplasemenJumat, 13 Desember 2013
ka

JAKARTA (beritatrans.com) — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengatakan sedikitnya terdapat seribu lebih perlintasan kereta api liar yang berjalan tanpa rambu atau penjaga sehingga sangat berpotensi menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan.

Perlintasan liar ini, yang dibuka tanpa izin dari Kementrian Perhubungan dan tak terdaftar di PT KAI, menurut PT KAI ‘menjadi bom waktu’ yang setiap saat dapat mengancam keselamatan masyarakat yang menggunakan.

Perlintasan liar tanpa registrasi ini muncul biasanya akibat pengembangan wilayah yang kurang cermat memperhitungkan akses lalu lintas penghuninya, kata juru bicara KAI, Sugeng Priyono.

“Menurut amanat UU Perkeretaapian, perlintasan yang sudah ada yang masih sebidang harus dikurangi. Ini malah setiap saat bertambah terus,” kata Sugeng.

Perlintasan liar seringkali dijaga secara swadaya oleh masyarakat, dengan palang pintu dan rambu seadanya. Tetapi meski tak berstatus resmi, jika terjadi kecelakaan KAI yang selalu disalahkan.

“Sudah jelas statusnya tidak terdaftar, kami tidak tahu-menahu dengan keberadaan perlintasan itu. Eh kalau ada apa-apa, telunjuknya diarahkan kepada kami,” jelasnya.

Dalam UU Kereta Api urusan pengelolaan perlintasan termasuk pemberian izin dan pengawasannya ada di tangan regulator, dalam hal ini Kementrian Perhubungan atau dinasnya di daerah.(yfent)

loading...