Angkasa Pura 2

Peluang Bangun Maskapai Charter Terbuka Luas

KokpitMinggu, 15 Desember 2013
khusus

JAKARTA (beritatrans.com) — Kementerian Perhubungan masih membuka kesempatan pendirian maskapai penerbangan baru khusus tak berjadwal atau charter dengan mengoperasikan pesawat di bawah 35 kursi.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Arfiyanti Samad mengatakan kebijakan itu untuk memberikan peluang menambah maskapai penerbangan khusus charter atau sewa yang jumlahnya masih sedikit.

Menurutnya, pendirian maskapai khusus charter melalui penerbitan sertifikat operasi pesawat atau air operator certificate (AOC) 135 masih dibuka kendati Kemenhub menyetop sementara (moratorium) izin maskapai berjadwal baru dengan AOC 121. “Moratorium maskapai baru hanya untuk izin AOC 121, sedangkan AOC 135 tidak ditutup,” kata Arfiyanti, kemarin.

Ia mengaku pihaknya juga tidak memberikan batas waktu moratorium maskapai berjadwal baru, sedangkan pendirian maskapai charter tetap terbuka.

Sejauh ini, terdapat sebanyak 47 maskapai tidak berjadwal yang mengoperasikan pesawat bersayap tetap dan helikopter. Jumlah maskapai tak berjadwal itu dinilai masih sedikit dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia.

Untuk 2013, Kemenhub menyetop pemberian izin pendirian maskapai berjadwal baru sampai batas waktu yang tidak ditentukan.  Tujuannya  mengurangi kepadatan bandara domestik sekaligus menekan jumlah keterlambatan atau delay penerbangan.(yfent)