Angkasa Pura 2

Penumpang Keluhkan Pelayanan Fasilitas Kapal Feri Merak-Bakauheni

DermagaMinggu, 15 Desember 2013

MERAK (beritatrans.com) — Sejumlah penumpang kapal feri Pelabuhan Merak-Bakauheni mengeluhkan buruknya fasilitas kapal yang dinilainya kurang memperhatikan sarana bagi mereka. Bahkan, penumpang menilai  sejumlah produk yang dijual di kapal tersebut terlalu mahal.

Margono, warga Metro, misalnya menilai, buruknya pelayanan di kapal feri jelas melanggar hak konsumen dan upaya pembodohan masyarakat. Padahal, penumpang sudah membayar, tapi sejumlah fasilitas justeru dibuat untuk segelintir orang yang mengambil keuntungan dari berjualan di feri.

“Karena itu, harusnya ASDP atau pemerintah memberi sanksi, bila perlu cabut izin operasi dan pelayaran kapal. Ya minta kepada pemerintah supaya melakukan sidak, jangan membiarkan hal ini berlangsung terus karena penumpang menjadi tidak nyaman,” tandasnya.

Menurut Margono, tempat duduk pun terbatas, penumpang yang berada di tempat lain, seperti lesehan dikenakan biaya tambahan Rp8.000/orang, dan jika menggunakan bantal dikenakan biaya Rp3.000/buah hingga total perlu membayar Rp11.000.

Dia mengemukakan, belum lagi harga makanan dan minuman yang naik mencapai 500 hingga 1.000 persen dari harga normal, seperti rokok dijual dengan harga Rp25.000/bungkus, air mineral ukuran sedang Rp10.000, bahkan harga mi instan dijual Rp15.000 hingga Rp20.000/bungkus.

Hal senada diungkapkan Rony, penumpang asal Jakarta, dirinya yang sering bolak-balik Jakarta Bandar Lampung merasa jengah dengan layanan kapal-kapal penyeberangan yang beroperasi di Pelabuhan Merak-Bakauheni ini.

“Entah ini sampingan dari ASDP, Dinas Pehubungan atau aparat keamanan. Sebab, usaha yang ada di kapal feri ini terkesan disengaja oleh pengelola kapal feri. Sebab, mereka seakan tidak peduli, bahkan tidak pernah ada sidak dari ASDP atau aparat keamanan untuk menertibkan  hal ini,” paparnya. (santi/machda)