Angkasa Pura 2

Menyusul Harga BBM Melambung

Citilink Minta Pemerintah Terapkan Fuel Surcharge

KokpitRabu, 18 Desember 2013
citilink

JAKARTA (beritatrans.com) Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pesawat terbang langsung maupun tidak menambah biaya operasional maskapai semakin berat. Karena itu, sejumlah maskapai penerbangan minta pemerintah menerapkan fuel surcharge bagi tariff penerbangan.

“Menyusul naiknya harga BBM, kami meminta agar pemerintah segera memberlakukan fuel surcharge pada Desember ini. Sebab, beban operasi penerbangan sudah mulai berat,” kata CEO Citilink M Arif Wibowo di sela Citilink Journalist Award 2013 di Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Arif mengakui, sebagai anak usaha Garuda Indonesia yang selama ini menggunakan sebagian besar biaya operasionalnya untuk penggunaan bahan bakar pesawat. Harga BBM untuk penerbangan saat ini telah melebihi Rp10.000 per liternya.

Hal ini terjadi akibat harga BBM yang cukup tinggi, kata Arif. Hal ini sejalan dengan saat ini Indonesia datangkan BBM dari impor, pembeliannya dengan menyesuaikan dollar AS.

“Sebenarnya, bukan hanya Citilink yang maskapai berbiaya murah saja yang sudah mengalami kesulitan, tapi juga induknya Garuda Indonesia pun sudah mulai meminta agar pemerintah memberlakukan biaya tambahan penerbangan tersebut,” paparnya.

Meski demikian, tambahnya, maskapai masih terikat pada peraturan menteri perhubungan yaitu Keputusan Menhub (KM) No. 26 tahun 2010 tentang tarif batas atas yang meniadakan fuel surcharge. Dalam aturan tersebut juga disebutkan bila harga BBM pesawat melebihi Rp10.000 per liter selama tiga bulan berturut-turut maka akan ada kebijakan merevisi aturan tersebut. (machda)

 

loading...