Angkasa Pura 2

Jelang Natal dan Tahun Baru 2014, Garuda Indonesia Tambah 24.000 Kursi

KokpitRabu, 18 Desember 2013
Garuda-18

JAKARTA (beritatrans.com) – Menghadapi libur Natal 2013 dan Tahun Baru 2014m askapai penerbangan Garuda Indonesia menambah 24.000 kursi penerbangan.

“Kami menambah kapasitas penerbangan sebesar 10% atau 24.000 kursi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang liburan akhir tahun,” ujar Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Emir juga menjamin, belum ada kenaikan harga tiket untuk liburan akhir tahun ini. Namun, kata Emir, Garuda. Indonesia tidak memberikan harga promosi bagi masyarakat yang ingin menikmati penerbangan pada musim liburan akhir tahun.

Menurut dia, pihaknya belum ada niatan untuk menaikkan harga tiket, hanya tidak ada tiket promo akhir tahun. Biasanya jual promo, maka kami kurangi.

Emir mengungkapkan, untuk tujuan wisata favorit akhir tahun ini, pihaknya memfokuskan untuk meningkatkan penerbangan pada wisata domestik tanah air. Hal ini lantaran semakin terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Naikan Tarif
Dia berharap pemerintah segera melakukan penyesuaian tarif tiket pesawat, menyusul melonjaknya harga avtur (bahan bakar pesawat) selama tiga bulan berturut-turut. Serta penguatan dollar AS terhadap rupiah yang menyebabkan tingginya biaya operasional.

Emir mengatakan, penyesuaian tarif ini perlu dilakukan untuk mengimbangi tingginya biaya operasional. Menurutnya, penyesuaian tarif tiket pesawat ini merupakan hal yang wajar untuk dilakukan dan tak perlu dikhawatirkan.

“Jalan tol saja yang dikatakan investasinya sudah lama, itu (tarif) naik kemarin. Masa airlines enggak boleh naik, kasian airlines-nya lah,” ujar Emir dalam acara Relaunching Mobile Ticketing Counter Garuda Indonesia di Hard Rock Cafe Pacific Place, Jakarta, Selasa (17/12).

Emir menambahkan,Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sudah mengajukan usulan kenaikan tarif kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga saat ini, usulan INACA masih digodok oleh Kemehub agar menjadi kebijakan yang menguntungkan bagi semua pihak. (machda)

loading...