Angkasa Pura 2

Bupati Ngada, Marianus Sae Tak Dapat Tiket Merpati

Bandara Turetelo Soa Nusa Tenggara Timur Diblokir

BandaraMinggu, 22 Desember 2013
Merpati_Xian_MA-60_Spijkers

JAKARTA (beritatrans.com) — Bandara Turelelo Soa Nusa Tenggara Timur diblokir oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada, Sabtu (21/12/2013). Akibatnya, pesawat Merpati dari Kupang yang hendak mendarat harus berputar balik.

“Kami sudah mendapat laporan dari pihak bandara dan otoritas Merpati Nusantara Airlines soal insiden ini,” tegas Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan di Jakarta, Minggu (22/12/2013).

Menurutnya, bandara sempat dipenuhi oleh Satpol PP hingga pesawat tak berani mendarat. Merpati berangkat dari Kupang, mau mendarat di Bandara ada pergerakan. Akibatnya, maskapai penerbangan ini kembali ke Kupang. Minggu (22/12/2013).

Bambang menegaskan, pihak bandara tidak bisa berbuat apa-apa karena jumlah Satpol PP lebih banyak dari pengamanan lokal. Kepolisian pun baru tiba setelah Satpol PP meninggalkan bandara.

“Mereka mengatakan ini atas perintah bupati. Meski begitu, insiden ini tak berlangsung lama. Hari ini penerbangan kembali lancar,” papar Bambang.

Bupati Ngada, Marianus Sae memerintahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur memblokir Bandara Turelelo Soa, Sabtu (21/12/2013). Perintah ini muncul akibat Marianus tidak mendapat tiket pesawat Merpati Nusantara Airlines rute Kupang-Bajawa.

Akibat tindakan otoriter itu, pesawat Merpati rute penerbangan Kupang-Bajawa yang mengangkut 54 orang penumpang. tidak bisa mendarat. Pesawat tersebut akhirnya terpaksa kembali ke Bandara El Tari, Kupang.

Demikian pula dengan pesawat Merpati nomor penerbangan 6516 dari Kupang-Soa batal mendarat di Bandara Turelelo-Soa. Bandara ini diblokir mulai pukul 06.15 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Otoritas bandara tidak dapat berbuat banyak, sebab anggota Pol PP yang menduduki landasan pacu bandara jumlahnya lebih banyak dari petugas bandara. Apalagi saat itu, tidak ada aparat kepolisian di Bandara Soa.

Kepala Bandara Soa, Ikhsan, mengaku polisi dari Polres Ngada baru tiba di bandara setelah anggota Satpol PP meninggalkan bandara.

Ikhsan mengatakan, kabar tentang rencana pemblokiran bandara tersebut, sebenarnya sudah ia dapatkan dari Marianus Sae, sehari sebelumnya, Jumat (20/12/2013).

“Kemarin bupati minta booking (pesan) tiket pesawat Merpati karena pagi ini Pak Bupati harus hadiri sidang DPRD. Saya coba minta ke Merpati Kupang. Rupanya tetap tidak bisa bantu karena penumpang penuh. Tadi malam saya masih berusaha untuk minta ke Merpati Kupang. Tetapi staf Merpati Kupang namanya Pak Waris katakan, tidak bisa diganti karena full,” katanya.(tifa/machda)

loading...