1000 Lebih Karyawan Tanda Tangan Mosi Tak Percaya

SPPI: Karyawan Pelindo II Mogok Senin Besok

DermagaMinggu, 22 Desember 2013
Tanjung-priuk

JAKARTA (beritatrans.com) — Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia II (SPPI-II) bertekad mekukan mogok kerja pada 23-24 Desember sampai RJ Lino dicopot dari jabatannya sebagai Dirut Pelindo II.

Sekjen DPP SPPI-II, Legino Minggu (22/12/2013) kepada Beritatrans.com mengatakan, komitmennya karyawan melayani kapal dan bongkar muat barang di Terminal 1, 2 dan 3 sudah siap mogok. Sementara divisi kepanduan tidak mogok total. “Mungkin nanti dari 5 kapal keluar/masuk pelabuhan hanya dilayani 3 kapal,” tegasnya.

Kalau Meneg BUMN tetap pertahankan RJ Lino,  kerugian akibat mogok tidak sedikit. Untuk Pelabuhan Tanjung Priok saja kerugian mencapai Rp8 miliar perhari. Angka ini dihitung dari total pendapatan Pelabuhan Tanjung Priok sekitar Rp3 triliun per-tahun. Ini belum termasuk pelabuhan lain, kata Hendra Budhi, mantan Kepala Unit Pusat Perlatihan Kepelabuhanan (P2K)  yang sudah meletakkan jabatan.

Selain itu, tambah Legino,  sudah 1000 lebih  karyawan menandatangani mosi tak percaya pada   RJ Lino dan sampai sekarang jumlah tandatangan terus bertgulir.

Ini memberi petunjuk bahwa jumah pegawai yang tidak percaya kepada  kepemimpinan Lino   hampir   mencapai 50% dari total  jumlah pegawai organik PT. Pelindo II sekitar 2500 orang.

Surat pernyataan mosi tidak percaya ini tidak akan disampaikan ke Direksi PT. Pelindo II untuk menghindari sanksi brutal seperti pemecatan kepada karyawan. “Kami  akan menyampaikan langsung kepada  Menteri Negara BUMN dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN),” kata Legino.

Sebelumnya, Jumat (19/12/2013), RJ Lino sidak ke seluruh ruangan di kantor pusat pelindo II untuk mengusir pekerja yang dia berhentikan secara sepihak, kata Hendra Budhi.

Hendra Budhi menambahkan hasil konsultasi dengan  kuasa hukum SPPI-II Yusril Ihza Mahendra, surat pemecatan Lino kepada 21 pejabat yang meletakkan jabatan cacat  hukum sekaligus melanggar hak azasi pekerja. (wilam)