Angkasa Pura 2

Proyek Rail Cikarang Bisa Rampung Tahun Depan

EmplasemenKamis, 26 Desember 2013
rail cikarang

JAKARTA (beritatrans.com) — Pembangunan kereta logistik Cikarang-Tanjung Priok diprediksi rampung pada 2014. Pasalnya, proses pembebasan lahan di area pemakaman Mbah Priok sudah terselesaikan, kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang Ervan, kemarin.

“Ini kan sekarang untuk itu sedang selesai masalah yang makam mbah priok, sekarang akan dibangun mudah-mudahan 2014 selesai,” ujar dia.

Mengenai skema pembiayaan, Bambang mengaku kemungkinan besar akan menggunakan anggaran bersama dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Anggaran belum, kemungkinan PT KAI dan Kemenhub. Saya belum tahu, kalau yang jelas jika itu jadi kendala maka akan menggunakan anggaran Kemenhub dari APBN,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berniat merealisasikan jalur kereta dari Cikarang, Jawa Barat, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta. Hal ini bertujuan mengurangi kemacetan di tol Jabodetabek.

Rencana ini telah dibicarakan secara khusus oleh Kementerian BUMN dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Pembahasan diperlukan untuk memetakan jalur rel yang bisa dibangun di lahan pelabuhan.

Dahlan menyatakan, proyek ini sementara disebut ‘Rail Cikarang’. “Agar jalan raya di Jakarta enggak penuh truk dan peti kemas, maka akan dibangun rail Cikarang telusuri kanal Cikarang masuk lahan KBN masuk Kalibaru (tanjung priok). Nanti angkutan truk bisa lancar enggak memadati jalan tol. Itu cepat dikerjakan,” ujar Dahlan.

Menurutnya, pembangunan jalur kereta lebih cepat dibanding tol layang untuk truk yang sekarang masih dalam kajian. Tetapi, dia mengaku proyek mana yang lebih cepat dilakukan maka akan dikerjakan. ”Rail ini sedang kajian kanan kiri di kanal apa bisa dipakai. Nanti kontainer bisa lewati tanpa tol,” kata Dahlan Iskan.

Selain itu, Dahlan mengaku juga akan ada jalur rel masuk Tanjung Priok sepanjang 100 meter. Tetapi, lantaran rencana pembangunan tersebut tidak menggunakan APBN, maka keputusan eksekusinya sangat tergantung sikap Dirut Pelindo dan KAI.

Jalur kereta ini diprediksi dapat mengurangi 200.000 truk dan 200 kontainer yang biasanya berlalu lalang di ruas tol Jabodetabek dari dan menuju pelabuhan. Waktu tempuh peti kemas juga akan lebih cepat. Saat ini satu truk dari Cikarang, lokasi gudang penyimpanan yang dikelola Bea Cukai, ke Tanjung Priok butuh waktu tempuh satu hari.

“Enggak efisien, itu biaya logistik tinggi. Nanti (jika ada jalur kereta) satu truk bisa tiga kali pulang pergi Cikarang ke Priok. Ini lebih efisien,” kata dia. (yfent)