Angkasa Pura 2

Rute Trans-ASEAN-China Rail Link Lewati Jembatan Selat Sunda dan Selat Malaka

EmplasemenKamis, 26 Desember 2013
ka china

JAKARTA (beritatrans.com) — Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengemukakan dua alternatif Trans-ASEAN-China Rail Link. Sebuah jalur rel lintas negara, membentang dari Surabaya hingga Kunming (China).

Proyek jalur kereta ini adalah salah satu yang sangat didorong oleh China untuk masa depan, jelas Bambang. Ia mengungkap jalur pertama, menggunakan ferry melalui jalur Dumai-Malaka. Kedua, memanfaatkan Jembatan Selat Sunda, jika sudah terbangun, sebagai jalur yang terhubung dengan Selat Malaka.

Sebagai ilustrasi, setelah penumpang turun di Malaka, maka perjalanan ke Riau dilanjutkan dengan kapal feri atau jembatan. Dari sana, kereta akan disambungkan hingga Lampung. Perjalanan ke Jawa juga akan dimediasi dengan kapal penyeberangan, baru dilanjutkan kembali dengan kereta yang jalurnya relatif sudah memadai di Jawa.

“Ini seperti halnya Inggris-Perancis sebelum ada Tunnel Euro mereka kan menggunakan multi moda,” ujar Bambang Susantono saat open house perayaan Natal di rumah dinas Menteri Perhubungan EE Mangindaan, kemarin.

Pengerjaan kereta antar negara itu akan dilakukan per segmen. Segmen pertama dengan rute Kamboja, Myanmar, Laos dan Philipina. Dilanjutkan segmen Thailand menuju Malaysia.

“Cina sebetulnya dari ASEAN Singapura-Kumning Railing disepakati seluruh negara ASEAN. Untuk itu, Indonesia bisa mengambil manfaat dengan mengerjakan Singapura sampai Surabaya,” jelasnya.

Seperti diberitakan, awal tahun ini Kementerian Perhubungan mengusulkan gagasan Trans-ASEAN-China Rail Link. Kemarin, Jumat (20/12), dalam pertemuan ke-19 Menteri Perhubungan se-ASEAN di Kota Pakse, Laos, usulan itu disetujui.

“Seluruh delegasi mendukung proyek jalur kereta lintas negara itu untuk mendukung transportasi terintegrasi buat menumbuhkan perekonomian anggota ASEAN,” seperti dikutip dari situs Kantor Berita Laos KPL

Awalnya, Trans-ASEAN-China Rail Link direncanakan hanya menghubungkan Kumning hingga Singapura. Namun, Indonesia menilai jalur ini bisa disambungkan ke Tanah Air. Pemerintah yakin, pengiriman logistik lewat jalur kereta lebih efisien dibanding hanya mengandalkan kapal.

Sejauh ini, proyek tersebut belum sampai tahapan perencanaan serius. Studi kelaikan sedang diupayakan dengan menggandeng lembaga donor.

Negeri Tirai Bambu sendiri serius mendukung proyek ini. Diberitakan Surat Kabar The Nation (25/9), Duta Besar China untuk Thailand Ning Fukui menilai, harus ada jalur kereta yang menghubungkan dua mitra dagang tersebut.(yfent)

loading...